DETAIL DOCUMENT
PERJUANGAN HAK ATAS PERMUKIMAN DAN KAWASAN HUTAN LINDUNG KELURAHAN GADING SARI KECAMATAN KUNDUR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
YOFINDA SALKO, ELVIN
Rahmawati, Nanik
Syafitri, Rahma
Subject
303.6 Conflict Social/Konflik Sosial 
Datestamp
2023-02-03 06:39:17 
Abstract :
Fenomena konflik tanah merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di masyarakat. Tanah menjadi kebutuhan dasar manusia untuk hidup sehingga setiap manusia berusaha untuk memiliki dan menguasai. Salah satu konflik tanah yang terjadi adalah konflik pada kawasan hutan lindung yang hanya memiliki hutan dan fungsi pokok lindung tetapi kenyataannya, penetapan kawasan hutan lindung yang ada di Kelurahan Gading Sari merupakan kawasan permukiman penduduk, fasilitas umum, lahan garapan masyarakat dan bukan merupakan hutan alami. Kenyataan bahwa hutan tidak lepas dari unsur adanya manusia seperti keberadaan masyarakat lokal yang telah bermukim bergenerasi di wilayah tersebut. Bahkan sebelum adanya aturan negara, maka konteks kawasan hutan harus ditempatkan dalam pola pikir tata ruang dan interaksi antar unsur. Kondisi ini mengkhawatirkan masyarakat setempat atas kepemilikan yang mereka punya, tumpang tindih regulasi yang dialami masyarakat membuat masyarakat tetap harus mempertahankan hak atas tempat tinggal untuk keberlangsungan hidup. Sementara pemerintah berupaya untuk tetap menjalankan kebijakan yang dalam hal ini adalah menjaga kawasan Hutan Lindung sesuai fungsinya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perjuangan hak atas permukiman dan kawasan hutan lindung Kelurahan Gading Sari Kecamatan Kundur dengan menggunakan teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan informan sebanyak 12 orang serta menggunakan teknik dan alat pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa habitus yang dimiliki oleh masyarakat dipahami bahwa Kelurahan Gading Sari tidaklah dimiliki oleh siapapun, namun aturan yang telah dikeluarkan pemerintah sebagai modal simbolik akan merubah habitus masyarakat dan menjadikan Kelurahan Gading Sari sebagai arena perjuangan dengan berbagai modal yang dimiliki. Masyarakat berupaya untuk tetap mempertahankan permukiman mereka, namun disisi lain juga pemerintah berupaya untuk tetap menjalankan aturan dengan mengeluarkan kebijakaan baru yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat. 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji