Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
NURZILA, NURZILA
Hendrayady, Agus
Poti, Jamhur
Subject
352.14 Local Administration, Provinces/Administrasi Lokal, Provinsi
Datestamp
2023-08-07 06:37:45
Abstract :
Di Kelurahan Temoyong memiliki permasalahan mengenai ketersediaan air bersih
yang terbilang sulit karena hanya menggunakan sumur gali dan sumur bor. Oleh
karena itu program sumber air bersih dari Dinas Cipta Karya yang dikelola oleh
BLUD UPT PAB dibangun di Kelurahan Temoyong bertujuan untuk pemenuhan
pelayanan air bersih agar kehidupan masyarakat lebih mudah dan terbantu. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas dari program sumber air bersih
sebagai pemenuhan ketersediaan air bersih di Kelurahan Temoyong. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan 4 (empat) indikator dari teori
Budiani. Hasil penelitian dilihat dari a). Untuk efektivitas ketepatan program di
Kelurahan Temoyong sudah efektif karena Kelurahan Temoyong memiliki lahan
untuk pembangunan waduk air serta dana yang diusulkan pun diterima yang
berasal dari pemerintah Kota Batam. Untuk kedepannya sudah ada perencanaan
yang dilakukan pemerintah dengan pengelolaan kualitas air yang dilakukan
pengecekan sebelum atau pun setelah produksi. b). Untuk efektivitas sosialisasi
program belum terlaksana dengan efektif, dapat dilihat dari masih adanya
masyarakat yang tidak mendapatkan sosialisasi dari program ini. Terkait
pengelolaannya air yang terpakai di Kelurahan Temoyong kurang lebih 900 kubik
dengan biaya setiap bulannya sesuai pemakaian c). Untuk efektivitas tujuan
program di Kelurahan Temoyong ini sudah efektif karena dinilai mampu
mencapai tujuan yang diharapkan, dapat dilihat dengan adanya program sumber
air bersih sangat membantu masyarakat yang tidak susah payah lagi untuk
mengambil air di sumur seberang. Terkait pengelolaan air yang dilakukan untuk
saat ini baik karena belum adanya mati air yang berkepanjangan dan petugas
selalu sigap menangani saat terjadi kebocoran pipa air. d). Untuk pemantauan
program sudah efektif dimana pemantauan dilakukan oleh petugas Unit Pelaksana
Teknis Pengelola Air Bersih yang berjumlah 2 orang di setiap waduk dengan
menjaga serta mengecek kebersihan air sehingga bisa di gunakan dan
dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh masyarakat.