DETAIL DOCUMENT
KANDIDAT BAKTERI PENYEBAB PENYAKIT PADA IKAN KAKAP PUTIH Lates calcarifer DI KOTA TANJUNGPINANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
RETNO ARYANI, LINDA
Wulandari, Rika
Zahra, Aminatul
Subject
639.31 Fish Culture in Fresh Water/Peternakan Ikan Air Tawar, Budidaya Ikan Air Tawar 
Datestamp
2023-08-11 04:05:14 
Abstract :
Barramundi (Lates calcarifer) merupakan salah satu ikan budidaya terbaik yang ditemukan di Tanjungpinang. Ikan ini sangat bergizi dan bernilai ekonomis. Kakap putih merupakan salah satu jenis ikan air laut dengan kadar lemak 5%, protein 20%, dan kandungan omega-3, menurut Purba et al., (2016). Penyakit ikan adalah masalah yang paling sering dihadapi pembudidaya. Bakteri patogen merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang ikan budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengisolasi bakteri penyebab penyakit pada ikan kakap putih di Tanjungpinang. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Balai Karantina dan Keamanan Hasil Ikan Tanjungpinang pada Mei 2023. Isolasi bakteri menggunakan media TSA dan TCBS, dilanjutkan dengan identifikasi bakteri menggunakan uji biokimia yaitu uji katalase cara melakukan uji katalase yaitu cairan H2O2 3% ditambahkan satu tetes diletakkan pada permukaan kaca yang telah ditambahkan dengan koloni bakteri. Gelembung gas yang muncul pada bakteri menunjukkan hasil positif, sedangkan jika tidak terdapat gelembung gas menunjukkan hasil negatif. Uji oksidasi dilakukan dengan mengambil koloni bakteri menggunakan jarum ose sterilkemudian diletakkan pada strip tes oksidase. Jika ada perubahan warna menjadi biru atau ungu, maka menunjukkan adanya oksidase (+), sedangkan jika tidak ada perubahan pada warna, maka menunjukkan oksidasi. (-). Uji OF dilakukan dengan mempersiapkan dua tabung media O/F di dalam tabung reaksi. Selanjutnya, bakteri murni dari media TSA diinokulasikan ke dalam kedua tabung reaksi. Jika media OF yang tidak diberi paraffin mengalami perubahan warna menjadi kuning maka menunjukkan hasil oksidatif, sedangkan pada media OF yang diberi paraffin terjadi perubahan warna menjadi kuning, maka menunjukkan hasil fermentatif. Uji H2S dilakukan untuk mengetahui bakteri dalam mengubah alanine menjadi H2S. Jika hasil positif dari media akan berwarna hitam pada media uji, jika hasil negatif tidak terdapat endapan hitam pada media. uji motil dilakukan untuk melihat pergerakan oleh bakteri, uji motil dilakukan pada media SIM, Jika hasil positif ditunjukkan dengan adanya isolat bakteri yang menyebar pada garis tusukan, jika hasil negatif bakteri hanya tumbuh pada garis tusukan saja. Setelah diidentifikasi melalui bentuk morfologi, uji biokimia dan pewarnaan gram didapatkan dua bakteri yang diduga berasal dari genus Aeromonas spp. dan Vibrio spp. 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji