DETAIL DOCUMENT
PEREMPUAN BERTATO DALAM KULTURMELAYU DI KOTA TANJUNGPINANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
NURHASANAH, NURHASANAH
Sri, Wahyuni
Marisa, Elsera
Subject
390 Customs of People/Adat Istiadat dan Kebiasaan Masyarakat Berdasarkan Status Ekonomi dan Kelas Sosial 
Datestamp
2021-07-18 13:48:08 
Abstract :
Saat ini banyak perempuan yang mengabaikan budaya yang selama ini di pegang teguh, perempuan-perempuan tersebut mengikuti kebiasaan laki-laki hingga menimbulkan pandangan negatif, saat ini keberadaan penggunaan tato bagi perempuan di Kota Tanjungpinang yang masih kental dengan budaya melayu perlahan mulai bergeser yaitu tidak lagi untuk acara-acara sakral seperti pernikahan, bahkan mereka tidak hanya mentato dengan inai di tangan dan kakinya tetapi mentato di beberapa bagian tubuhnya yang terlihat seperti lengan tangan, perut, pinggang dan area tubuh lainnnya, di Kota Tanjungpinang ditemui perempuan-perempuan bertato, yang tidak lagi malu atau takut untuk menunjukan tatonya kepada orang banyak. Tujuan dalam penelitia ini yaitu Untuk mengetahui padangan masyarakat terhadap Perempuan Bertato Dalam Kultur Melayu Di Kota Tanjungpinang. Pembahasan dalam skripsi ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif, Informan yang dipilih adalah 4 orang dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa Perempuan Bertato dalam Kultur Melayu Di Kota Tanjungpinang dipandang tidak sesuai dengan budaya norma dan nilai yang ada, hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian sebagai berikut Jika melihat budaya Melayu sebagai orang melayu memang tidak pantas perempuan menggunakan tatto, karena perempuan itu di dalam budaya melayu harus memiliki rasa malu, menyembunyikan kecantikannya, berlaku santun, hal ini dianggap bertolak belakang dengan perempuan bertatto sebenarnya intinya mereka mau menunjukan secara sengaja keindahan yang ada di tubuhnya, tentu saja ini bertolak belakang dengan norma dan nilai melayu, kemudian pandangan perempuan bertato di Tanjungpinang ini masih negatif dan masih banyak masyarakat yang mengatakan bahwa ini adalah hal yang tidak pantas. Kata Kunci : Perempuan, Tatto, Kultur Melayu 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji