Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
RAMADHAN, FAHROZI
Putri, R. Marwita Sari
Jumsurizal, Jumsurizal
Subject
639.2 Commercial Fishing/Penangkapan Ikan untuk Tujuan Komersial
Datestamp
2023-08-16 02:30:55
Abstract :
Kabupaten Natuna merupakan daerah di Provinsi Kepulauan Riau dengan
pulau-pulau kecil di perbatasan. Wilayah ini kaya sumber daya alam, terutama
perikanan, dengan potensi tangkapan ikan teri sekitar 50.212,85 ton/tahun. Ikan teri
merupakan makanan hewani laut yang kaya protein. Dalam penelitian ini,
dilakukan analisis proksimat terhadap ikan teri, termasuk pengukuran kadar abu,
air, karbohidrat, dan lemak. Hasilnya menunjukkan perbedaan dalam komposisi
kimia ikan teri antara sampel. Kadar abu berkisar antara 14,65% hingga 16,60%.
Kadar air pada sampel S1 dan S2 masih dalam rentang normal, sedangkan pada
sampel S3 kadar airnya tinggi. Kadar karbohidrat rendah, dengan perbedaan antara
sampel-sampel. Kadar lemak berkisar antara 2,80% hingga 3,68%. Meskipun ikan
teri memiliki kadar lemak rendah, perlu diperhatikan dalam pemrosesan dan
penanganannya. Penelitian ini memberikan informasi tentang komposisi gizi dan
kualitas ikan teri di Kabupaten Natuna. Pengujian asam amino pada ikan teri
melibatkan analisis komposisi asam amino dalam sampel ikan teri menggunakan
teknik kromatografi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa L-Asam Glutamat
merupakan jenis asam amino dengan konsentrasi tertinggi, sedangkan L-Prolin
merupakan asam amino dengan konsentrasi terendah. Asam glutamat berperan
dalam sintesis protein dan memiliki peran penting dalam biokimia ikan. Kadar asam
glutamat dalam ikan dapat dipengaruhi oleh jenis ikan, metode pengolahan, dan
proses biokimia seperti fermentasi. L-Prolin sebagai asam amino non-esensial dapat
dihasilkan oleh tubuh ikan dalam jumlah yang cukup. Kandungan L-Prolin dalam
ikan dapat bervariasi tergantung pada jenis ikan, bagian ikan yang dikonsumsi,
kandungan protein, dan metode pengolahan ikan. L-Prolin berperan dalam
pembentukan ikatan kovalen dalam struktur kolagen, menjaga integritas jaringan
ikat, serta dalam proses penyembuhan luka dan pemulihan jaringan. Paparan panas
dalam pengolahan ikan dapat memengaruhi kadungan L-Prolin karena dapat
menyebabkan dekomposisi atau modifikasi asam amino.