Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
SUSANTI, DELFI HENI
Samin, Rumzi
Okparizan, Okparizan
Subject
303.6 Conflict Social/Konflik Sosial
Datestamp
2023-08-24 08:04:48
Abstract :
Masalah gizi pada bayi dan balita masih menjadi masalah utama dalam penyelenggaraan masyarakat, salah satunya adalah masalah gizi buruk. Kota Tanjungpinang masih ditemukannya kasus balita dengan gangguan gizi antara lain, gizi buruk, gizi kurang serta stunting. kasus gizi buruk di Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan selama tiga tahun terakhir. Tahun 2020 sebanyak 97 balita, tahun 2021 sebanyak 121 balita dan 2022 naik menjadi 245 balita. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi peroses pelaksanaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang dalam mengevaluasi program penanggulangan gizi buruk di Kota Tanjungpinang. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif berjenis kualitatif. Hasil evaluasi program menunjukkan bagaimana proses pelaksanaan program penanggulangan gizi buruk yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang. Adapun terkait dari indikator context menjelaskan terkait latar belakang program serta strategi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan sudah berjalan cukup efektif guna mencapai tujuan program. Selanjunya indikator input masih memerlukan SDM serta infrastruktur yang lengkap agar program penanggulangan gizi buruk dapat berjalan efektif. Kemudian, pada indikator process SDM dalam program ini sudah berjalan melalui koordinasi sehingga kegiatan dapat berjalan secara rutin namun masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan partisipasi serta pengetahuan mengenai pola asuh orangtua. Selanjutnya, indikator product adanya evaluasi dalam menjalankan program tersebut, namun masih ada beberapa sisi negatif yang masih beranggapan bahwa dalam penanganan masalah gizi adalah tugas kesehatan. Kesimpulan dari Evaluasi program penanggulangan gizi buruk oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang bahwa program gizi buruk sudah cukup efektif namun belum optimal pelaksanaanya. Saran sebagai upaya perbaikan yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program, mengupayakan pemenuhan pemberian makanan tambahan bagi semua balita, penambahan petugas dan meningkatkan pelatihan.