Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
FLISILIA, FRISKA
Rahmawati, Nanik
Arieta, Siti
Subject
303.6 Conflict Social/Konflik Sosial
Datestamp
2023-08-16 06:42:11
Abstract :
Masalah pertanahan menjadi semakin kompleks. Pasalnya kondisi lahan yang terbatas seiring bertambahnya jumlah penduduk sehingga menyebabkan harga tanah meningkat pesat dengan perubahan kondisi yang terjadi. Pada kenyataannya sengketa tanah pada umumnya tanah antara orang pribadi, badan hukum ataupun lembaga yang memiliki pengaruh sosial politik dan penyebab sengketa tanah sangat beragam biasanya alasannya adalah prosedur sertifikasi tanah yang tidak jelas, kelalaian dalam pengelolaan tanah itu sendiri, sehingga berujung pada sebuah konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami Konflik Sengketa Tanah Kavling di kawasan Senggarang Kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penguumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara dengan menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan informan yang telah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan teori Konflik oleh Lewis Coser yang berfokus pada penyebab konflik dan bentuk konflik. Dalam sengketa tanah yang terjadi di Kawasan Senggarang ini terjadi adanya perebutan atas tanah dan tumpang tindih kepemilikan pada tanah yang sama dimiliki diklaim oleh nama yang serta adanya perebutan tanah yang dimiliki oleh pihak lain untuk mempertahankan nilai dan klaim atas status hak milik, mudahnya peralihan hak atas tanah khususnya jual-beli tanah kavling mengindikasikan minimnya pengetahuan masyarakat setempat dan tidak adanya pengawasan oleh pemerintah terkait pemindahan tanah ke pihak lain. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat adanya indikasi perebutan tanah.