DETAIL DOCUMENT
PENAPISAN PEPTIDA DARI CINCALOK ASAL BINTAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
PRYMASARI, DIAN
Viruly, Lily
Putri, R. Marwita Sari
Subject
540 Kimia 
Datestamp
2023-08-14 01:46:54 
Abstract :
Cincalok merupakan produk makanan fermentasi yang bahan utamanya merupakan hasil tangkapan laut yaitu udang rebon. Produk fermentasi yang berasal dari hasil perikanan biasanya lebih banyak mengandung protein dan produk fermentasi ini banyak sekali diproduksi oleh masyarakat melayu Kepulauan Riau. Peptida yang berasal dari produk fermentasi diduga dapat dijadikan salah satu sumber alternatif untuk meningkatkan kekebalan alami dalam bentuk pangan fungsional. Tujuan dari dilakukannya penelitian tentang identifikasi peptida pada cincalok yaitu menentukan aktivitas antimikroba pH peptida pada cincalok, menentukan kadar protein peptida, profil asam amino cincalok asal Bintan. Ekstraksi produk fermentasi (perbandingan produk fermentasi dan volume larutan etanol/metanol (1:5)) menggunakan cara maserasi dipadu dengan adukan secara teratur. Analisis antimikroba, analisis pH peptida, analisis profil asam amino menggunakan HPLC, analisis kadar protein pada peptida menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada cincalok asal Bintan terdapat peptida. Peptida dari cincalok asal Bintan ini memiliki aktivitas antimikroba dengan kategori daya hambat yang lemah. Pada penggunaan pelarut etanol yang mampu menghambat pertumbuhan E.coli dan S.aureus dengan kategori daya hambat yang lemah (1,16±1,70 mm dan 0,27±0,8 mm). Karakteristik peptida dari cincalok asal Bintan ini memiliki rata-rata nilai pH sebesar 6,45 ± 0,07. Kadar asam amino tertinggi pada asam amino leusin (1065,42 mg/L) dan terendah pada asam amino histidin (88,53 mg/L), kemudian rata?rata kadar protein yang terdapat pada peptida cincalok sebesar 1,478 mg/mL. Kata kunci: Cincalok, Peptida, Antimikroba, Asam Amino, Protein 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji