DETAIL DOCUMENT
FENOMENA SIRANG SO SIRANG DALAM KELUARGA MASYARAKAT BATAK TOBA (Studi Kasus Kelurahan Kampung Baru Tanjungpinang Barat)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
SIAGIAN, NAOMI PRILDA
Rahmawati, Nanik
Syafitri, Rahma
Subject
303.33. Kontrol Sosial 
Datestamp
2023-08-18 03:55:12 
Abstract :
Penelitian ini menggambarkan bagaimana fenomena Sirang so sirang dalam keluarga masyarakat Batak Toba dengan berbagai faktor yang dialami di dalam keluarganya. Pernikahan dalam masyarakat Batak bukan sebatas keputusan sepasang manusia, melainkan keputusan komunitas adat. Karena salah satu fungsi pernikahan dalam masyarakat Batak adalah menegakkan tatanan Dalihan Natolu. Hubungan pisah tak pisah (Sirang so Sirang) atau tidak lagi berhubungan sebagai suami istri tetapi belum bercerai. Sirang so sirang dianggap menjadi jalan alternatif yang banyak dipilih sebagai jalan keluar dari permasalahan keluarganya dengan tanpa adanya perceraian, karena perceraian sangat jarang dilakukan dan konsekuensi yang diberikan sangat memberatkan, bahkan tidak di ijinkan oleh budaya Batak Toba. Karena dalam batak sangat menjunjung tinggi pernikahan dan berpacu terhadap Agama sehingga angka perceraian itu sangat rendah. Budaya batak mengehendaki agar pernikahan menjadi pernikahan yang tetap satu untuk selamanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana dengan pemilihan sumpling penelitian dengan teknik purposive sampling dan kemudian di anlisa dari hasil wawancara berdasarkan fakta lapangan. Sumber data diperoleh dengan metode wawancara mendalam terhadap 3 informan yang mengalami Sirang so sirang dan informan tambahan dari ketua adat dan pelayan gereja, sedangkan studi kepustakaan diperoleh dari buku, jurnal maupun sumber internet yang relevan dengan objek yang diteliti. Setelah data dianalisis maka diperoleh informasi bahwa faktor penyebab terjadinya Sirang so Sirang di Kelurahan Kampungbaru Tanjungpinang Barat yaitu karena adanya pihak ketiga, perselingkuhan yang dilakukan oleh seseorang dan kekerasan dalam rumah tangga . Ketiga hal ini masing-masing dialami oleh ke-3 informan yang peneliti wawancarai. Sehingga akibat yang ditimbulkan dari Sirang so sirang yaitu ketidakjelasan status, ketidakseimbangan dalam keluarga, dan putusnya hubungan dari dua keluarga besar yang telah mempersatukan mereka. Sirang so sirang tidak dapat menyelesaikan konflik keluarga, sehingga orang tua, tokoh adat, dan penatua gereja harus ikut ambil bagian dalam permasalahan ini secara tegas agar Sirang so sirang tidak lagi menjadi pilihan apabila sebuah keluarga mengalami konflik. Hal ini dikarenakan Sirang so sirang tidak dapat menyelesaikan konflik keluarga yang mereka alami, melainkan hanya memberi harapan untuk rujuk dan juga meminimalisir pertengkaran yang terjadi. Kata Kunci: Pernikahan, Konflik, Sirang so sirang 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji