Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
IRMAWATI PUTRI, ERIKA
Rahmawati, Nanik
Syafitri, Rahma
Subject
361.1 Social Problems/Permasalahan Sosial, Masalah Sosial
Datestamp
2023-08-16 06:30:53
Abstract :
Kodratnya seorang perempuan adalah mengandung dan melahirkan. Maka
ketika mereka menikah mereka dituntut untuk memiliki anak. Ketika mereka tidak
memiliki anak maka munculah stigma-stigma yang diberikan masyarakat kepada
perempuan tersebut tanpa melihat penyebabnya. Seperti perempuan mandul dan
perempuan kurang sempurna. Hal tersebut dinamakan prasangka karena tidak
didasari oleh pengetahuan, pengalaman ataupun bukti yang memadai. Kondisi
seperti itu tidak terlepas dari kontruksi sosial terhadap peran gender perempuan,
ketika seorang perempuan tidak hamil, dia akan mendapatkan stigma dan teguran
dari keluarga dan masyarakat. Masyarakat akan lebih sering memberikan suatu
label negatif pada pasangan suami istri yang belum memiliki anak khususnya pada
perempuan yang menjadi pusat keibuan tanpa melihat faktor penyebab atau kondisi
yang sedang dialami pasangan suami istri tersebut. Dalam penelitian ini peneliti
menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Sungai
Besar Kabupaten Lingga. Penentuan informan secara pupose sampling yaitu sampel
yang dipilih secara sengaja dengan mempertimbangkan bahwa informan yang
dipilih dianggap mampu memberikan informasi yang dibutuhkan. Informan dalam
penelitian ini berjumlah enam belas informan, informan dari pasangan suami istri
yang belum memiliki anak, keluarga dan masyarakat Desa Sungai Besar Kabupaten
Lingga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak stigma masyarakat bagi
pasangan suami istri yang belum memiliki anak. Teori yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teori stigma dengan dijelaskan bentuk stigma dan konsep diri
dan pandangan masyarakat oleh Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa adanya dampak stigma masyarakat bagi pasangan suami istri yang belum
memiliki anak di Desa Sungai Besar Kabupaten Lingga. Stigma masyarakat tidak
terlepas dari proses deteksi dan interaksi masyarakat. Penyebab munculnya stigma
yaitu budaya patriakhi pada masyarakat, tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, dan
kondisi sosial.
Kata Kunci: Stigma, Anak, Keluarga