Abstract :
Keakuratan GNSS receiver sangat penting dan harus diperhatikan, terutama dalam navigasi, pemetaan, dan sistem informasi geografis yang memerlukan tingkat akurasi yang tinggi, karena kesalahan dalam penentuan koordinat dapat berakibat buruk. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antar modul GNSS receiver secara bersamaan. Pada penelitian ini menggunakan GNSS Neo series dengan tipe Neo 6M, Neo 7M, Neo 8M dan GSM SIM 7000E untuk mendapatkan titik koordinat (lintang, bujur), jumlah satelit dan HDOP. Modul Micro SD Card sebagai tempat penyimpanan data, mikrokontroler ESP32 digunakan sebagai komunikasi untuk GNSS Neo series dan mikrokontroler Arduino sebagai komunikasi untuk GSM SIM 7000E. Hasil koordinat dari setiap GNSS receiver akan dibandingkan dengan titik Benchmark milik BMKG Hang Nadim Batam. Analisis modul GNSS Receiver menggunakan analisis ragam satu arah dan uji Tukey. Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan dari uji ragam satu arah menunjukkan bahwa adanya perbedaan nyata dari jumlah satelit dan HDOP pada setiap GNSS receiver. Kemudian hasil uji lanjut menunjukkan bahwa setiap GNSS receiver semuanya memiliki nilai yang berbeda nyata untuk HDOP dan jumlah satelit antar GNSS receiver. Hasil yang didapatkan bahwa untuk jumlah satelit terbanyak yang diterima dimiliki oleh GSM SIM 7000E sebanyak 18 satelit dan untuk jumlah satelit yang diterima paling sedikit dimiliki oleh Neo 6M sebanyak 10 satelit. Kemudian pada HDOP terbagus dimiliki oleh Neo 8M sebesar 0,58 dan HDOP yang kurang bagus dimiliki oleh Neo 6M sebesar 1,07. Adapun hasil pengamatan selama 24 jam untuk titik koordinat terjauh pada lintang terdapat pada Neo 7M sejauh 17 m sedangkan pada bujur yang terjauh dimiliki oleh Neo 6M sejauh 71 m. Kemudian dilakukan lagi hasil pengamatan selama 2 jam untuk mendapatkan titik koordinat terbaik pada lintang dimiliki oleh GSM SIM 7000E sejauh 0,33 m sedangkan titik terjauh pada bujur dimiliki oleh GSM SIM 7000E sejauh 0,38 m.