Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
SARI, IRMA
Kustiawan, Kustiawan
Fauzan Riyadi, Sayed
Subject
340 Law/Ilmu Hukum
Datestamp
2024-01-30 07:46:50
Abstract :
Indonesia yang secara geografis memiliki letak wilayah yang sangat strategis diapit
dengan garis silang antara dua benua dan dua samudra. Provinsi Kepulauan Riau yang
memiliki batas laut secara langsung dengan negara seperti Malaysia dan Singapura,
serta menjadi jalur perlayaran dan perdagangan internasional yang sangat ramai.
Karena letaknya yang menjanjikan inilah menghadirkan dampak-dampak negatif dari
posisinya yang strategis, dalam hal ini salah satu contohnya adalah menjadi tempat
transit untuk kegiatan kejahatan salah satunya seperti penyelundupan manusia, Kota
Batam menjadi salah satu wilayah transit terbesar di Indonesia dalam kejahatan
penyelundupan manusia dengan tujuan keberangkatan ke negara seperti Malaysia dan
Singapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dari
United Nations Convention Against Transnational Organized Crime (UNTOC) dalam
mengatasi tindak kejahatan penyelundupan manusia di Kota Batam. Dengan
menggunakan teori Blue Crime yang membahas terkait kejahatan transnasional dalam
hal ini penyelundupan manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian kualitatif deskriptif. Dalam menangani kasus penyelundupan manusia di
Kota Batam ini, dapat dilihat bahwa Pemerintah dalam memberantas kejahatan ini
dinilai belum efektif, mengingat kasus ini yang masih ada dan marak ditiap tahunnya.
Perlunya peningkatan terhadap penanganan tindakan kejahatan penyelundupan
manusia ini, dimana Pemerintah diharapkan melakukan berbagai perbaikan dalam
rangka peningkatan kualitas dalam menjaga serta pengawasan wilayah-wilayah
perbatasan seperti yang terjadi di Kota Batam.
Kata Kunci: Kota Batam, Penyelundupan Manusia, Blue Crime, UNTOC