Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
TRIYANA, NADYA
Akbar, Dhani
Muzwardi, Ady
Subject
172.2. Kewajiban Negara dan Pemerintah
Datestamp
2024-02-02 07:01:48
Abstract :
Pemberian bantuan oleh Lembaga Millennium Challenge Corporation (MCC) Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Program Compact-2 dengan pelaksanaan proyek Peningkatan Layanan Aksesibilitas Transportasi dan Logistik (ATLAS). Program Compact-2 ini memiliki tujuan untuk mengurangi angka kemiskinan global. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebagai pihak penerima manfaat mengusulkan proyek Pembangunan Pelabuhan Kuala Riau (Integrasi Pelantar I dan II) di Kota Tanjungpinang guna meningkatkan pembangunan daerah. Pelaksanaan Program Compact-2 di Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan adanya 2 permasalahan utama yaitu kurangnya pendanaan untuk pembangunan infrastruktur dan adanya kemanfaatan sementara dari hasil pembangunan di daerah. Dengan demikian, penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui bagaimana kemampuan paradiplomasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam melakukan kerjasama dengan Lembaga Donor Asing Studi Kasus Program Compact-2 Periode 2019-2023. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penulis melakukan teknik pengumpulan data yang didasari sumber data primer dan sekunder yaitu dengan melakukan wawancara dan telaah dokumen. Penelitian ini menemukan sebuah hasil lapangan yang menunjukkan bahwa aktor utama dari Program Compact-2 adalah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dikarenakan telah mempunyai hubungan jalur diplomasi secara langsung dengan Lembaga Millennium Challenge Corporation (MCC). Disisi lain, Pemerintah Daerah menjadi pendamping Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memberikan lokasi, kelayakan serta potensi wilayahnya yang mana Pemerintah Daerah yaitu Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melakukan paradiplomasi dengan cara melakukan pendekatan kepada Millennium Challenge Account Indonesia II (MCA-Indonesia II) yang telah difasilitasi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Paradiplomasi yang dilakukan dalam Program Compact-2 merupakan bentuk paradiplomasi transregional.