DETAIL DOCUMENT
PEMANFAATAN LIMBAH BUDIDAYA UDANG (Litopenaeus vannamei) SEBAGAI MEDIA KULTIVASI BENIH LAMUN (Enhalus acoroides) PADA SKALA LABORATORIUM
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
P. SARI, WIDIA KARTIKA DI
Nugraha, Aditya Hikmat
Apriadi, Tri
Subject
501. Ilmu Pengetahuan Alam 
Datestamp
2024-02-06 02:08:04 
Abstract :
Telah terjadinya kerusakan padang lamun yang mengakibatkan menurunnya luasan padang lamun. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan melakukan restorasi melalui benih lamun. Faktor keberhasilan pembenihan adalah keberadaan nutrien yang dapat ditemukan pada limbah budidaya Udang Litopenaeus vannamei. Tujuan Penelitian ini untuk mengukur pertumbuhan dan tingkat sintasan benih lamun Enhalus acoroides pada media limbah budidaya udang Litopenaeus vannamei dan mengukur perubahan konsentrasi nutrien pada limbah budidaya udang Litopenaeus vannamei sebagai media tumbuh benih lamun Enhalus acoroides. Metode yang digunakan yaitu eksperimen di laboratorium. Benih lamun Enhalus acoroides ditumbuhkan pada sembilan akuarium dengan tiga perlakuan (perlakuan A sebagai tegakan lamun jarang, perlakuan B tegakan lamun sedang, dan perlakuan C tegakan lamun rapat) selama empat minggu pemeliharaan. Kualitas air, pertumbuhan, dan analisis nutrien (amonia, nitrat, dan fosfat) diukur di laboratorium Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Balai Perikanan Budidaya Laut Batam. Pertumbuhan daun diukur menggunakan penggaris skala 1 mm, analisis nutrien menggunakan spektrofotometer dengan metode merujuk pada SNI 06-6989.31-2005. Data dianalisis menggunakan ANOVA two away without replication pada taraf 5%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari ketiga perlakuan tegakan lamun yang digunakan, penurunan laju pertumbuhan daun yang paling tinggi terdapat pada perlakuan B sebesar -0,2 cm/hari. Tingkat sintasan yang dihasilkan selama penelitian memiliki nilai tertinggi pada perlakuan C sebesar 90%. Penyerapan nutrien (amonia, nitrat, dan fosfat) yang terdapat pada limbah budidaya udang Litopenaeus vannamei optimal terjadi pada perlakuan C memiliki nilai akhir paling rendah dengan nilai amonia (NH3) 0,03 mg/L, nitrat (NO3-) 1,17 mg/L dan fosfat (PO43-) 0,43 mg/L. Perbedaan tegakan lamun dalam penelitian ini berpengaruh dalam penyerapan nutrien (amonia, nitrat, dan fosfat). Nilai yang dihasilkan tidak berbeda nyata antara setiap perlakuan. 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji