Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
ANANDA, ALMAR
Poti, Jamhur
Hendrayady, Agus
Subject
302.2 Communication/Komunikasi
Datestamp
2024-02-07 07:55:36
Abstract :
Bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bintan tertinggi pada tahun 2022 dari Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau dengan jumlah 155 kejadian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran Kabupaten Bintan bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model komunikasi dan faktor-faktor penghambat dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bintan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan teori Model Komunikasi Wilbur Schramm menunjukkan bahwa (1) Pada indikator sumber, pemberi pesan telah melakukan komunikasi seperti Sekolah, Masyarakat, Kelurahan, RT/RW, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Namun dalam pelaksanaannya sumber pemberi pesan masih belum memahami mekanisme untuk melaporkan kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan. (2) Pada indikator pesan, ditandai dengan laporan kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan yang disampaikan melalui media Whatsapp, Instagram dan Media Massa. Namun pesan yang disampaikan tidak selalu lengkap, akurat dan tepat. (3) Pada indikator sasaran, masih terdapat hambatan dalam komunikasi dan kurangnya kepercayaan dalam menerima laporan bencana kebakaran hutan dan lahan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah model komunikasi dua arah yang digunakan sudah berjalan. Namun, komunikasi dua arah yang dilakukan masih terdapat hambatan karena belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) komunikasi penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan yang sesuai dengan daerah Kabupaten Bintan.