Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
AMBARITA, WITA PRATIWI
Melani, Winny Retna
Apriadi, Tri
Subject
363.7 Enviromental Problems/Permasalahan Lingkungan
Datestamp
2024-02-07 08:15:34
Abstract :
Mikroplastik sangat mudah tersebar luas di perairan dan sedimen. Kehadiran mikroplastik dapat menjadi ancaman bagi lingkungan perairan atau memengaruhi keseimbangan ekosistem. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, kelimpahan mikroplastik serta menganalisis perbedaan jenis mikroplastik antar stasiun pada sedimen dan air laut di perairan Kampung Madong, Kota Tanjungpinang. Pengambilan sampel sedimen menggunakan metode Pupossive Sampling untuk menentukan 4 stasiun dengan masing stasiun terdiri 3 titik. Sampel sedimen diambil menggunakan Ekman grab. Sampel sedimen kemudian dikeringkan dengan oven, setelah kering sampel diberi 12 ml larutan H2O2 30% dan Fe2SO4 10 ml untuk menghancurkan bahan organik serta larutan ZnCl2 untuk memisahkan partikel mikroplastik dengan non-plastik, selanjutnya sampel di identifikasi menggunakan Mikroskop Stereo Hirox. Pengambilan sampel air laut menggunakan jaring plankton net. Sampel air diambil sebanyak 200 ml, lalu ditambahkan 50 ml NaCl didiamkan selama 15-30 menit, ditambahkan 12 ml H2O2 30%, selanjutnya diidentifikasi menggunakan mikroskop stereo Hirox. Karakteristik mikroplastik di sedimen dan air laut ditemukan jenis fiber, fragmen, film, dan pellet sedangkan untuk jenis foam tidak dijumpai dalam penelitian ini. Jumlah mikroplastik jenis fiber yang lebih tinggi pada sedimen lumpur berpasir maupun pasir berkerikil di stasiun 1 sebesar 379 partikel dan yang terendah di stasiun 4 sebesar 236 partikel. Pada air laut yang lebih tinggi di stasiun 1 sebesar 359 partikel dan yang terendah di stasiun 3 sebesar 302 partikel. Jenis fiber merupakan jenis mikroplastik yang paling tinggi dan jenis film yang terendah terdapat pada seluruh stasiun pada sedimen maupun di air laut. Hasil uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara nyata kelimpahan jenis mikroplastik antar stasiun pada sedimen dan air laut di perairan Kampung Madong, Kota Tanjungpinang.