Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
GABRIELLA HARIA, NOVI
Arieta, Siti
Setiandika Igiasi, Teguh
Subject
361.1 Social Problems/Permasalahan Sosial, Masalah Sosial
Datestamp
2024-07-31 04:34:53
Abstract :
Penelitian ini mengeksplorasi pengakuan terhadap kapasitas suku laut dalam mengelola ruang laut di Kampung Panglong, Desa Berakit, Kabupaten Bintan. Rumusan masalahnya mencakup bagaimana pengakuan kapasitas suku laut dalam praktik pengelolaan ruang laut di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis praktik pengelolaan ruang laut tradisional suku laut, mengaitkannya dengan sejarah nomaden mereka, dan menginvestigasi apakah ada pengakuan terhadap partisipasi aktif mereka. Teori Strukturasi dari Anthony Giddens digunakan sebagai kerangka analisis. Metode penelitian menggunakan teknik dan alat pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi melalui pendekatan kualitatif dengan informan yang terdiri dari bagian kepemerintahan Bintan, bagian dari masyarakat Suku Laut, masyarakat pesisir Berakit, dan Non-Government Organization (NGO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku laut memiliki sistem pengelolaan ruang laut yang kompleks, berakar pada pengetahuan turun-temurun dan nilai budaya, serta keterlibatan aktif dalam proses pengambilan keputusan. Partisipasi mereka dalam berbagai sektor, mulai dari perikanan tangkap, perikanan budidaya hingga industri lokal dan konservasi mangrove, menegaskan peran mereka dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan pemanfaatan sumber daya alam. Penelitian ini menekankan pentingnya mengakui dan menghargai kapasitas suku laut dalam pengelolaan ruang laut, Rekomendasi kebijakan disarankan untuk memperkuat partisipasi suku laut dalam proses pengambilan keputusan, membangun kemitraan yang inklusif antara suku laut dan pihak lain, serta mendukung upaya pelestarian pengetahuan lokal dan kearifan tradisional dalam pengelolaan sumber daya laut.
Kata Kunci: Suku Laut, Pengelolaan Ruang Laut, Partisipasi Aktif, Keberlanjutan Ekosistem, Kearifan Tradisional.