Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
SAHPUTRA, MUHAMMAD
Apdillah, Donny
Suhana, Mario Putra
Subject
530 Physics/Fisika
Datestamp
2024-07-30 06:25:18
Abstract :
Hutan mangrove adalah suatu ekosistem alamiah penting karena memiliki beragam sumberdaya. Kawasan hutan mangrove Indonesia dalam fase degradasi yang sangat parah, yang mana salah satu daerah yang menghadapi ancaman adalah Kelurahan Dompak, hal itu dikarenakan alih fungsi lahan. Monitoring kondisi hutan mangrove memerlukan pemetaan dan sebaran mangrove, hal ini diperlukan untuk mengolah dan menetapkan kebijakan terkait ekosistem mangrove. Penginderaan jarak jauh berbasis citra satelit adalah metode yang sering digunakan dalam pengamatan kondisi pada suatu daerah sehingga dapat tersedia data yang lebih efektif/efisien berbasis spasial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan sebaran spasial kerapatan mangrove dengan citra satelit Sentinel-2A dari tahun 2017 hingga 2022 di Kelurahan Dompak, Kota Tanjungpinang. Luas ekosistem mangrove di Kelurahan Dompak dari tahun 2018 hingga 2022 mengalami penurunan sebesar 18,93 Ha. Luasan tertinggi terjadi pada tahun 2017 dengan luas 848,30 Ha, sedangkan luas ekosistem mangrove terendah terjadi pada tahun 2022 dengan luas 645,54 Ha. Nilai perhitungan akurasi klasifikasi citra berdasarkan matrix confusion menghasilkan overall accuracy sebesar 88% - 95% dengan nilai kappa coefficient sebesar 0,84 ? 0,94. Hasil klasifikasi kerapatan mangrove menggunakan algoritma NDVI pada citra Sentinel-2 di Kelurahan Dompak menghasilkan 3 kelas kerapatan, yaitu jarang, sedang, dan rapat. Hasil klasifikasi jarang pada tahun 2022 39,808 Ha, sedang 78,410 Ha, dan rapat 434,082 Ha dengan luas total sebesar 552,300 Ha. Klasifikasi jarang pada tahun 2017 97,084 Ha, sedang 138.734 Ha, dan rapat 341,261 Ha dengan luas total sebesar 577,079 Ha. Tingkat keakuratan klasifikasi NDVI berdasarkan matrix confusion menghasilkan overall accuracy sebesar 90%.