Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
IRWANDI, JAKA
Winarti, Novi
Darmawan, Eki
Subject
362.7 Problems and Services to Young People/Permasalahan dan Layanan kepada Anak dan Remaja
Datestamp
2024-08-05 01:26:37
Abstract :
Menurunkan angka kasus stunting saat ini termasuk salah satu tujuan paling utama pemerintah Indonesia. Terlihat dari komitmen pemerintah yang diterbitkan oleh Peraturan Presiden No. 72 tahun 2021 untuk mempercepat pengurangan Stunting yang dilaksanakan di seluruh jajaran pemerintah Indonesia, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk pemerintah desa. Salah satunya di Kelurahan Kijang Kota yang memiliki data kasus balita tertinggi stunting selama 5 tahun terakhir dibandingkan 3 kelurahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk, mengukur
mengevaluasi program percepatan penurunan Stunting dalam menurunkan prevalensi stunting di Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi dengan jumlah informan 11 (sebelas) orang. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa Evaluasi dari pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting di Kelurahan Kijang Kota
secara umum dalam pelaksanaan program ini belum begitu optimal dan belum
mencapai tujuan yang diinginkan hal tersebut tidak searah dengan tujuan
dibentuknya program ini sebagaimana tertulis dalam Perpres No. 72 tahun 2021
tentang percepatan penurunan stunting. Indikator input dalam pelaksanaannya
sudah menunjang baik dari segi sumber daya pendukung/manusia dan teknologi,
sarana dan prasarana sudah sesuai dan mencukupi. Indikator process belum optimal
dalam pelaksanaannya dimulai dari pertemuan awal sudah sesuai namun
penyaluran bantuan masih adanya keterlambatan serta efektivitas dan efisiensi
belum efektif masih tingginya angka kasus stunting. Selanjutnya indikator output
dalam pelaksanaan program ini Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang tertangani
sudah sesuai namun pendapatan KRS tidak berpengaruh dalam meningkatkan
pendapatan. Serta indikator outcomes dampak positif yang dihasilkan ialah
peningkatan pengetahuan orang tua tentang gizi anak, serta memberikan
pertumbuhan dan perkembangan pola makan anak yang sehat, kemudian dampak
negatif dari program ini ada yang dirasakan oleh KRS ketergantungan masyarakat
pada bantuan program ini perlu diedukasi agar masyarakat bisa menjadi mandiri
tanpa mengharapkan dari bantuan program ini di kemudian hari, serta belum dapat
menurunkan angka kasus stunting ini dibuktikan dengan masih tingginya angka
balita stunting sebesar 33 kasus stunting.