DETAIL DOCUMENT
POLA SEBARAN DAN KEPADATAN GASTROPODA (Telescopium telescopium) PADA KAWASAN EKOSISTEM MANGROVE DI DI DESA PENGUDANG KECAMATAN TELUK SEBONG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
MASDA, RAMADHANI SHITY
Anggraini, Rika
Yandri, Falmi
Subject
639.92 Habitat Improvement/Peningkatan Habitat Hewan, Peningkatan Habitat Binatang 
Datestamp
2025-02-04 07:01:13 
Abstract :
Gastropoda merupakan hewan terbesar ke dua di animal kindom yang memiliki hidup dan ciri struktural yang berbeda-beda. Telescopium telescopium, yang umum dikenal sebagai siput teleskop, adalah anggota kelas Gastropoda dan termasuk dalam keluarga Potamidae. Spesies ini biasanya ditemukan di habitat bakau di bagian barat dan tengah Indo-Pasifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan 99dan pola sebaran Telescopium telescopium di ekosistem mangrove Desa Pengudang, serta hubungannya dengan parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, pH, dan kandungan C-organik. Penelitian dilakukan di tiga stasiun yang berbeda, dengan pengukuran dilakukan secara berkala. Berdasarkan pada lokasi penelitian ditemukan beberapa aktivitas disetiap stasiun, pada stasiun I yang merupakan zona atas atau mulut muara terdapat aktivitas yang ditemukan, yaitu tempat penambatan perahu, kapal nelayan, tempat spot memancing, dan dekat dengan laut. Pada stasiun II yang merupakan tengah muara ditemukan aktivitas rumah tangga, penangkapan kepiting, dan tempat pembuangan limbah kerang serta pada stasiun III yaitu zona bawah muara yang tidak terdapat aktivitas masyarakat. Hal ini menandakan kondisi T. telescopium di ekosistem mangrove di Desa Pengudang dapat merubah fungsi utamanya dalam menjaga kestabilan kondisi lingkungan sekitar. Hasil menunjukkan bahwa kepadatan T. telescopium tertinggi ditemukan di stasiun II dengan nilai 0.75 ind/m², sedangkan terendah di stasiun III dengan nilai 0.27 ind/m². Pola sebaran T. telescopium di ketiga stasiun dikategorikan mengelompok, yang menunjukkan adanya ketersediaan makanan yang mencukupi. Analisis hubungan panjang dan berat menunjukkan pertumbuhan allometrik negatif, di mana pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat. Selain itu, analisis komponen utama (PCA) menunjukkan adanya korelasi positif antara kepadatan T. telescopium dengan parameter lingkungan seperti C-organik, DO, pH, dan jenis sedimen pasir. Penelitian ini memberikan informasi penting untuk pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove serta spesies gastropoda di kawasan tersebut. Kata Kunci: Desa Pengudang, Telescopium telescopium, ekosistem mangrove, parameter lingkungan, pola sebaran, kepadatan, PCA. 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji