Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
ROMMY HIDAYAT, ROMMY
Aditya Hikmat Nugraha, Aditya
Falmi Yandri, Falmi
Subject
570. Biologi
Datestamp
2025-02-04 08:00:28
Abstract :
Ekosistem lamun di Kabupaten Bintan mencakup area seluas sekitar 2600 ha, dengan salah satu desa di Pulau Bintan yaitu Desa Pengudang, memiliki luas ekosistem lamun sekitar 7,30 ha. Ekosistem ini mendukung keberadaan Gafrarium pectinatum yang berperan penting dalam menjaga kesehatan lamun melalui filtrasi air. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur ekosistem lamun, populasi Gafrarium pectinatum, serta menganalisis hubungan antara asosiasi Gafrarium pectinatum dan kondisi perairan di sekitar Desa Pengudang. Penelitian dilakukan di Desa Pengudang dari Maret hingga Mei 2024 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel dengan purposive sampling. Alat yang digunakan meliputi GPS, transek kuadran 50 x 50 cm, roll meter, jangka sorong, timbangan digital, DO meter, pH meter, hand refraktometer, pipa (20 cm), sieve net, alat tulis dan aluminium foil. Sampel diambil dengan tiga transek, masing-masing sepanjang 100 m, yang dipisahkan 50 m. Sampel Gafrarium pectinatum diambil pada plot yang memiliki kedalaman lamun sekitar 5 cm. Hasil penelitian menunjukkan lima jenis lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, dan Halophila ovalis. Kepadatan Gafrarium pectinatum tertinggi ditemukan di stasiun 3 dengan 8 ind/m² dan terendah di stasiun 1 dengan 1,82 ind/m². Analisis PCA menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kepadatan Gafrarium pectinatum dengan DO, pH, substrat lumpur, dan BOT, serta hubungan negatif yang kuat antara tutupan lamun dan kepadatan Gafrarium pectinatum.
Kata kunci: Bintan, Gafrarium pectinatum, Kepadatan, Lamun,