DETAIL DOCUMENT
ASOSIASI BULU BABI PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN LAGOI KABUPATEN BINTAN KEPULAUAN RIAU
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
KURNIAWAN, DEDI
Febrianto, Try
Nugraha, Aditya Hikmat
Subject
590. Animals (Ilmu Hewan-hewan, Ilmu Binatang-binatang) 
Datestamp
2025-02-10 06:55:46 
Abstract :
Bulu babi merupakan salah satu biota megabenthos yang habitatnya di ekosistem terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis bulu babi, menghitung kepadatan bulu babi, mendeskripsikan tutupan bentik dan menganalisa hubungan parameter perairan, kepadatan bulu babi dan tutupan bentik pada ekosistem terumbu karang di Perairan Lagoi Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Penelitian ini dilakukan di Perairan Lagoi, Kabupaten Bintan dengan 4 stasiun pengamatan pada bulan November 2023. Pengambilan data Bulu babi dan tutupan bentik sejalan menggunakan metode Line Intercept Transek dan Benthos Belt Transek dengan panjang 50 Meter dengan luas 1x1 dengan luasan 100 m2. Analisis yang dilakukan meliputi nilai kepadatan bulu babi, tutupan bentik dan dilakukan uji Principal Component Analysis untuk menganalisis hubungan parameter perairan, kepadatan bulu babi dan tutupan bentik. Hasil penelitian ditemukan dua jenis bulu babi, Diadema setosum dan Echinothrix Calamaris dan didominansi oleh spesies Diadema setosum. Kepadatan bulu babi bulu babi tertinggi terletak pada lokasi Stasiun I dengan ditemukan sebesar 2100 ind/ha dan kepadatan bulu babi terendah terletak pada lokasi Stasiun IV dengan total sebesar 1400 ind/ha. Tutupan bentik pada karang keras (HD) rata persentase kehidupan mulai dari 46-54% dengan kategori sedang dan baik. parameter fisik dan kimia perairan, seperti suhu, salinitas, dan pH, secara umum berada dalam rentang yang mendukung kehidupan biota laut. Namun, peningkatan kadar fosfat di beberapa stasiun mengindikasikan adanya pengaruh aktivitas daratan terhadap kualitas air. 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji