DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KEPEMILIKAN SENJATA API ILEGAL DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN DAERAH KEPULAUAN RIAU (STUDI PUTUSAN NOMOR 812/PID.SUS/2020/PN BTM)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
PUTRA, ZULHAMSYAH
Irman, Irman
Syahputra, Irwandi
Subject
345.03 Criminals/Pelaku Kejahatan, Penjahat 
Datestamp
2025-02-04 02:48:17 
Abstract :
Pada Putusan Nomor 812/Pid.Sus/2020/PN Btm, Majelis Hakim menjatuhkan Pidana Penjara 1 (Satu) Tahun dan 2 (Dua) bulan kepada Terpidana ANDI KAHAR Bin PETTA RAKKA. Andi Kahar ditangkap oleh Tim Ditnarkoba Polda Kepri yang mana Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di Batu Aji Kota Batam karena di duga akan melakukan transaksi narkoba jenis sabu yang mana ternyata yang dibawa bukan Sabu melainkan diganti dengan tawas, Ketika hendak ditangkap oleh kepolisian, Terpidana Andi Kahar mengeluarkan Senjata api miliknya untuk disembunyikan dibagian kaki, setelah ditelusuri oleh pihak kepolisian senjata yang dibawa oleh Andi Kahar tidak berizin. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui dan Menemukan serta menganalisis Modus Operandi Kepemilikan Senjata Api Ilegal dan juga pencegahannya Di Wilayah Hukum Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Studi Putusan Nomor 812/Pid.Sus/2020/PN Btm). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Hukum Normatif-Empiris dengan informan sebanyak 3 orang serta menggunakan teknik dan alat pengumpulan data berupa Wawancara dan Dokumentasi serta Studi Literatur. Hasil penelitian ditemukan bahwa dalam penelitian ini yakni Modus operandi kepemilikan senjata api illegal oleh Terpidana Andi Kahar ialah dengan ?Modus Transaksi Gelap Jual Beli Senjata Api? dan Modus Transaksi Gelap ?Pemalsuan Surat Senjata Api?, yang mana terpidana bisa memiliki dan mendapatkan senjata dengan cara membeli senjata secara illegal dengan harga sekitar Rp3.000.000,00 sampai Rp10.000.000,00, tanpa mengikuti ujian dan tes resmi hanya dengan bermodalkan uang serta memalsukan Surat dan Kartu kepemilikan senjata yang mana untuk memperanjang masa berlaku Andi Kahar juga cukup membayar kepada penjual senjata secara illegal. Tujuan dan niat Andi Kahar berdasarkan keterangannya membawa senjata saat Transaksi narkotika adalah untuk pertahanan diri apabila transaksi narkotikanya di gagalkan. Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kejahatan Kepemilikan Senjata Api Illegal oleh POLDA KEPRI diantaranya ialah Pertama, Upaya Preventif dengan Aktif berpatroli Razia di Lokasi? Lokasi rawan Kejahatan serta Memberikan Edukasi dan sosialisasi tentang bahaya penggunaan senjata api kepada Masyarakat, yang Kedua Upaya Represif, dengan Menindak tegas secara hukum kepada pelaku kejahatan yang menggunakan senjata api, termasuk membawa kasus kepemilikan senjata api illegal ke Pengadilan 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji