Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
MARGARETTA, JUWITA
Arief Kusuma, Hollanda
Septia, Refly
Subject
628 Environmental Protection Engineering/Teknik Perlindungan Lingkungan, Teknik Lingkungan
Datestamp
2025-02-03 07:01:18
Abstract :
Tantangan yang dihadapi oleh Hatchery D-Marine Aquaculture adalah metode
pemantauan kualitas air masih dilakukan secara manual, sehingga kurang efisien,
tidak real-time, dan rentan terhadap kesalahan. Selain itu, kompetensi tenaga kerja
dalam penguasaan teknologi modern masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi pengembangan dan pengimplementasian teknologi
pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengukur
parameter kualitas air secara real-time. Program sosialisasi dan pelatihan juga
dilakukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dalam mengoperasikan
teknologi tersebut. Metode evaluasi melibatkan analisis data Pre-test dan Post-test
menggunakan uji Wilcoxon, di mana nilai W yang lebih kecil dari nilai W kritis
pada sosialisasi dan pelatihan menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum
dan sesudah kegiatan tersebut, sehingga terjadi peningkatan pada tingkat
kompetensi peserta. Serta uji-T berpasangan guna mengukur efisiensi waktu yang
dihasilkan oleh teknologi IoT dibandingkan metode pemantauan manual. Hasilnya
menunjukkan bahwa perangkat yang dirancang mampu mengurangi waktu
pemantauan hingga 98,99%. Selain itu, evaluasi kuesioner dengan uji mean test
menunjukkan respon positif, dengan rata-rata skor kepuasan berada di atas 4 pada
skala Likert 5. Penelitian ini membuktikan bahwa implementasi teknologi
pemantauan kualitas air tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga
mengoptimalkan produktivitas budidaya ikan kerapu cantang melalui peningkatan
kompetensi tenaga kerja dan pengelolaan kualitas air yang lebih efektif.
Kata Kunci: Internet of Things, kualitas air, budidaya ikan kerapu, peningkatan
kompetensi, efisiensi operasional