Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
DEPITRA, DEPITRA
Febrianti, Lestari
Susiana, Susiana
Subject
501. Ilmu Pengetahuan Alam
Datestamp
2025-02-06 07:40:55
Abstract :
Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang mempunyai peranan penting di wilayah pesisir Indonesia salah satunya berada di Pulau Los. Pulau Los terletak di Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau Los adalah pulau kecil dengan vegetasi mangrove di sekeliling tepian. Walau begitu, tidak ada orang yang tinggal di pulau tersebut. Masyarakat melakukan aktivitas di sekitaran Pulau Los untuk mencari ikan, udang, bivalvia (kerang-kerangan), teripang, dan gastropoda (siput gonggong) yang didapatkan secara langsung dari sekitar ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jumlah produksi serasah mangrove di kawasan Pulau Los dan mengetahui laju dekomposisi serasah mangrove di kawasan Pulau Los. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret-April 2024. Lokasi penelitian bertempat di perairan Pulau Los, Kota Tanjungpinang. Metode yang digunakan adalah metode servei langsung di lapangan. Penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sistematik random sampling. Pengambilan sampel dari anggota populasi yang unsur pertamanya dipilih secara acak dan unsur berikutnya dipilih dengan cara sistematis berdasarkan pola-pola tertentu. Dalam pengambilan sampel produksi serasah di ambil 10 titik dengan jarak 200 m. Berdasarkan hasil analisis produksi serasah mangrove nilai rata-rata produksi serasah selama 4 minggu pengamatan di Pulau Los Kota Tanjungpinang sebesar 78,24 gram berat kering/m2. Pada minggu 1 dengan nilai rata-rata produksi serasah mangrove sebesar 72,12 gram berat kering/m2. Pada minggu 2 dengan nilai rata-rata produksi serasah mangrove sebesar 74,67 gram berat kering/m2. Pada minggu 3 dan 4 dengan nilai rata-rata produksi serasah mangrove sebesar 72,86 gram berat kering/m2 dan 93,30 gram berat kering/m2. Nilai laju dekomposisis mangrove berdasar hasil analisis perhitungan dekomposisi serasah dengan nilai rata-rata pada minggu 1 dan 2 sebesar 1,78 g/hari, minggu ke 3 sebesar 1,70 g/hari, dan pada minggu 4 dengan nilai sebesar 1,87 g/hari.