DETAIL DOCUMENT
KEBIJAKAN PENGELOLAAN KUDA LAUT (Hippocampus sp.) DI DESA SEBONG PEREH KABUPATEN BINTAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
ANTIRA, FOPI
Ulfah, Fitria
Haidawati, Haidawati
Subject
361.1 Social Problems/Permasalahan Sosial, Masalah Sosial 
Datestamp
2025-02-07 06:42:28 
Abstract :
Desa Sebong Pereh terletak di perairan yang kaya akan keanekaragaman hayati laut, termasuk populasi kuda laut. Penangkapan kuda laut di Desa Sebong Pereh biasanya dilaksanakan mulai bulan Januari hingga Mei setiap tahunnya. Pada musim ini banyak masyarakat yang beralih profesi menjadi penangkap kuda laut. Hal ini disebabkan oleh tingginya nilai harga jual kuda laut kering yang mencapai lebih dari 5 - 7 juta rupiah/kg. Tingginya harga jual kuda laut mendorong terjadinya penangkapan kuda laut secara intensif oleh masyarakat nelayan Pulau Bintan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kebijakan pengelolaan kuda laut di Desa Sebong Pereh dan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan eksploitasi terhadap kuda laut. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Februari - Maret 2024 di Desa Sebong Pereh Kabupaten Bintan. Teknik pengambilan data menggunakan triangulasi (gabungan observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka) dengan penentuan sampel secara purposive. Informan pada penelitian ini meliputi nelayan kuda laut, aparat Desa Sebong Pereh, dan BPSPL Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dari Miles dan Hubermen. Hasil Penelitian ini menunjukkan kebijakan pengelolaan kuda laut di Desa Sebong Pereh Kabupaten Bintan meliputi kebijakan penangkapan kuda laut, yaitu dengan adanya DPL Kuda Laut. Kebijakan dalam hal perdagangan kuda laut, yaitu dengan adanya kepemilikian Surat Izin Pemanfaatan Jenis Ikan (SIPJI) untuk mendapatkan kuota perdagangan dan sanksi/hukuman bagi nelayan yang melanggar aturan, sesuai peraturan pemerintah dan norma sosial yang berlaku di Desa Sebong Pereh. Faktor-faktor mempengaruhi terjadinya eksploitasi kuda laut di Desa Sebong Pereh yaitu harga jual kuda laut, lemahnya pengawasan, faktor pengetahuan, dan kurangnya difusi informasi terhadap masyarakat. 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji