DETAIL DOCUMENT
TINGKAT REGENERASI MANGROVE DI PERAIRAN SEI NYIRIH, PULAU BINTAN, KEPULAUAN RIAU
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
ADNAN NASUTION, OMAR
Lestari, Febrianti
Susiana, Susiana
Subject
501. Ilmu Pengetahuan Alam 
Datestamp
2025-02-11 08:00:39 
Abstract :
Ekosistem mangrove di Perairan Sei Nyirih, Kelurahan Kampung Bugis, berperan penting dalam menjaga stabilitas lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Mangrove memberikan fungsi ekologis yang signifikan. Namun, meskipun perannya begitu besar, hingga saat ini belum tersedia data yang spesifik mengenai tingkat regenerasi mangrove di wilayah ini. Untuk itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi tingkat kerapatan dan proses regenerasi mangrove melalui pengamatan perkembangan semai, pancang, dan pohon sebagai indikator regenerasi alami. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei di Perairan Sei Nyirih, Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kepulauan Riau. Metode survei lapangan menggunakan pendekatan random sampling diterapkan pada 15 plot. Setiap plot kemudian dibagi menjadi tiga sub-plot berdasarkan kategori pertumbuhan: plot 1x1 meter untuk semai, 5x5 meter untuk pancang, dan 10x10 meter untuk pohon. Dalam penelitian ini, ditemukan delapan jenis mangrove yang mendominasi wilayah Perairan Sei Nyirih, yaitu Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorhiza, Xylocarpus granatum, Lumnitzera littorea, Scyphiphora hydrophylacea, Rhizophora mucronata, Avicennia alba, dan Sonneratia alba. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerapatan semai mencapai 62.000 individu per hektar (ind/ha), jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat kerapatan pancang sebesar 7.040 ind/ha, yang selanjutnya lebih besar dibandingkan kerapatan pohon sebesar 1.240 ind/ha. Tingginya kerapatan semai dibandingkan pancang dan pohon menunjukkan bahwa proses regenerasi mangrove di Perairan Sei Nyirih masih berjalan dengan baik. Meski demikian, regenerasi alami menunjukkan kondisi positif, upaya pelestarian tetap harus dilakukan secara berkelanjutan. Pelestarian diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar fungsi ekologisnya dapat berjalan optimal di masa mendatang. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas manusia yang berpotensi merusak kawasan mangrove juga sangat penting. Keberlanjutan penelitian dan pemantauan secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa ekosistem mangrove di Perairan Sei Nyirih tetap mampu mendukung berbagai fungsi ekologisnya secara maksimal. Kata kunci: Kerapatan, Perairan Sei Nyirih, Regenerasi Mangrove. 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji