Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
HAMID JALALUDIN, ABDUL
Wiwik Swastiwi, Anastasia
Muzwardi, Ady
Subject
000_umum
Datestamp
2025-02-11 07:03:43
Abstract :
Kota Batam, salah satu wilayah strategis penting di Indonesia, sedang menghadapi permasalahan serius terkait penyelundupan pakan lobster. Aktivitas ilegal tersebut tidak hanya merugikan perekonomian negara, namun juga mengancam kelangsungan hidup lobster di perairan Indonesia. Di dunia internasional kegiatan perikanan juga turut menjadi perhatian FAO (Food and Agricuture Organization) yang kemudian melahirkan rezim internasional berupa Tata Laksana Perikanan Bertanggung Jawab atau Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) yang bertujuan untuk menjaga keberlanjutan sistem perikanan global, regional maupun internasional. Berdasarkan data dari PSDKP mengatakan penyelundupan benih lobster masih sering terjadi dan memiliki nilai ekonomi yang besar. Tujuan penelitian ini untuk adalah mengetahui bagaimana isu unregulatied Fishing di kawasan perairan Kota Batam melalui kacamata konsep CCRF ( code of conduct responsible fisheries) dan serangkaian regulasi yang mengatur di dalamnya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini juga mengadopsi pendekatan deskriptif berupa kata-kata dan data bukan berdasarkan perhitungan persentase rata-rata dan perhitungan statistik lainnya. Dalam penelitian melihat isu unregulated fisheries di Perairan Kota Batam dianalisa menggunakan konsep rezim internasional dan teori efektivitas rezim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada upaya dari pemerintah untuk menerapkan rezim CCRF melalui regulasi dan penegakan hukum, tantangan tetap ada dalam implementasinya. Misalnya, kebijakan larangan ekspor benih lobster merujuk pada Permen KP No. 56 Tahun 2016 masih belum maksimal dikarekan masih adanya oknum yang melakukan tindak ekspor ilegal benih lobster.
Kata Kunci : FAO, CCRF, Unregulated Fisheries