Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
PEBRIANTI, AYU
Adiputra, Yudhanto Satyagraha
Afnira, Ella
Subject
320.6 Policy Making/Keputusan Politik
Datestamp
2025-02-10 06:15:16
Abstract :
Kota Tanjungpinang telah berhasil menurunkan angka prevalensi stunting secara konsisten dari tahun 2021-2023, yaitu 18,8% pada tahun 2021, turun menjadi 15,7% pada tahun 2022, dan menjadi 15,2% pada tahun 2023 dibandingkan enam kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh DKP2KB Kota Tanjungpinang dalam upaya menurunkan angka prevalensi stunting pada tahun 2021-2023. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, terdapat sembilan belas informan, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori strategi dari Geoff Max Mulgan, yaitu tujuan (purposes), lingkungan (environments), arahan (directions), tindakan (actions), dan pembelajaran (learning). Hasil temuan yang didapatkan, (1) Tujuan: secara output untuk mencapai target nasional atau 14% dengan target kinerja 3,48% dari tahun 2021-2023 dan outcome berupa meningkatkan kualitas SDM dan kualitas hidup masyarakat. (2) Lingkungan: masih menghadapi kendala pencemaran, belum optimalnya pola asuh, dan sulitnya kondisi ekonomi masyarakat. (3) Arahan: meliputi perintah dalam regulasi, koordinasi melalui forum, membangun motivasi, dan komunikasi yang efektif. (4) Tindakan: kegiatan yang dilakukan, yaitu intervensi sensitif yang melibatkan lintas sektor, lintas program, dan swasta untuk memfasilitasi bantuan serta inovasi, sedangkan intervensi spesifik dengan mengintervensi kesehatan masyarakat. (5) Pembelajaran: seluruh kegiatan telah dilaksanakan dengan baik, terbukti dari hasil survei nasional yang menunjukkan terjadinya penurunan angka prevalensi stunting meskipun belum mencapai target 14% dan berhasil tercapainya target kinerja program stunting, namun efektivitas keseluruhan program sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, untuk mengatasinya peneliti mengajukan saran, yaitu agar pemerintah medorong pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi dari masyarakat.