Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
SIPAYUNG, DEBY MAUREN
Melani, Winny Retna
Apriadi, Tri
Subject
361.1 Social Problems/Permasalahan Sosial, Masalah Sosial
Datestamp
2025-02-11 08:08:09
Abstract :
Kampung Madong berada di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Masyarakat yang berada di Kampung Madong memiliki beberapa aktivitas di perairan tersebut seperti penangkapan ikan dan mengumpulkan biota bentik (gastropoda) tanpa alat (berkarang). Gastropoda adalah hewan moluska yang memiliki kaki di perut. Adanya sampah laut diduga dapat memengaruhi keberadaan gastropoda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan jenis sampah laut, kepadatan jenis gastropoda dan kaitan antara sampah laut dengan gastropoda. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Juni 2024 yang berlokasi di perairan Kampung Madong, Kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan metode survei dan penentuan titik sampling menggunakan metode systematic random. Hasil dari penelitian ini adalah kepadatan jenis makro debris yang ditemukan hanya dua jenis yaitu sampah plastik 1,30 item/m² dan kayu 0,17 item/m². Kepadatan jenis meso debris yang ditemukan hanya dua jenis yaitu plastik 0,47 item/m² dan kayu 1,63 item/m². Kepadatan jenis gastropoda tertinggi adalah genus Cerithium. kepadatan genus Cerithium 4,40 ind/m², Terebralia 0,07 ind/m², Gibberulus 0,07 ind/m², Rhinocoryne 0,07 ind/m², Pirenella 4,03 ind/m², Tympanotonos 0,17 ind/m², Telescopium 0,10 ind/m², Tritia 0,07 ind/m², dan Cassidula 0,13 ind/m². Jenis sedimen di perairan Kampung Madong adalah jenis pasir berlumpur. Kecepatan arus di perairan Kampung Madong tergolong lambat yaitu pada kecepatan 0,12 m/s. Kaitan antara sampah laut dengan gastrpoda sangat lemah dengan nilai interval koefisien korelasi 0,00 ? 0,199.