DETAIL DOCUMENT
PEMBUATAN BISKUIT BERPROTEIN TINGGI DARI TEPUNG IKAN UMELA (Lutjanus vitta) DENGAN KACANG HIJAU SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN PENCEGAH STUNTING
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
JANNAH, NUR
Viruly, Lily
Sari Putri, R. Marwita
Subject
501. Ilmu Pengetahuan Alam 
Datestamp
2025-02-10 04:40:40 
Abstract :
Stunting pada balita terjadi ketika pertumbuhan dan perkembangan anak tidak sesuai dengan norma yang diharapkan akibat asupan makanan yang tidak memadai. Ketika seorang ibu gagal memberikan asupan makanan yang cukup kepada anaknya, hal itu dapat menyebabkan stunting dan masalah lain yang terkait dengan pola asuh yang buruk. Menurut Sahreni dkk. Ikan umela abad 21 yang secara ilmiah dikenal dengan nama Lutjanus vitta penggunaannya terbatas karena biasanya diolah menjadi ikan asin. Selain membantu anak tumbuh dan berkembang secara normal, kacang hijau sangat baik untuk kesehatan ibu selama hamil dan menyusui (Akbar, 2015). Zat besi banyak terkandung dalam beberapa kacang-kacangan, termasuk kacang hijau (Vigna Radiata). Selain membantu pertumbuhan anak, kacang hijau sangat baik untuk kesehatan ibu selama hamil dan menyusui (Akbar, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan resep biskuit tinggi protein yang optimal dari tepung ikan umela (Lutjanus vitta) dan tepung kacang hijau sebagai pengganti pola makan tradisional untuk mengatasi stunting. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2024. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hasil Kelautan Universitas Maritim Raja Ali Haji yang merupakan bagian dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahap. Tahap awal yaitu pembuatan tepung ikan umela (Lutjanus vitta). Tahap kedua yaitu pembuatan biskuit yang mengandung protein tinggi. Tahap ketiga yaitu pengujian kandungan gizi biskuit dan uji organoleptik (rasa) serta tingkat kesukaan (hedonik). Hasil uji sifat kimia menunjukkan bahwa biskuit tepung ikan umela (Lutjanus vitta) yang difortifikasi dengan tepung kacang hijau memiliki taraf terbaik dan paling disukai menurut panelis yaitu F3 yang terdiri dari biskuit tepung ikan 25% dan tepung kacang hijau 10%. Produk berwarna coklat kehijauan dan hasil estimasi menunjukkan bahwa biskuit ikan F3 memiliki kadar abu 2,725%, kadar lemak 23,405%, kadar air 4,135%, kadar karbohidrat 41,725%, kadar protein 28,01%, dan kadar kalsium 93,29 mg. Karena kandungan protein dan kalsiumnya yang tinggi, tepung daging ikan Umela (Lutjanus vitta) yang difortifikasi dengan tepung kacang hijau merupakan bahan tambahan atau fortifikasi biskuit yang baik. Tepung ini juga memenuhi standar nilai gizi. Kata kunci: Stunting, Kacang hijau, Biskuit 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji