DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Penambahan Bubuk Gypsum ( Cornive Adhesive ) Pada Aspal Penetrasi 60/70 Terhadap Karakteristik Campuran Laston AC-BC
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Author
Subject
Bubuk Gypsum (Cornive Adhesive) 
Datestamp
2020-11-11 06:09:09 
Abstract :
Bubuk Gypsum (Cornive Adhesive) terbentuk karena pengendapan air laut dengan kadar kalsium yang mendominasi pada mineralnya. Gypsum merupakan mineral sulfat yang terdapat dalam batuan sedimen yang tersusun dari kalsium sulfate dehydrate, yang memiliki rumus kimia CaSO4, 2H20. Dalam bentuk murni, gypsum berupa kristal berwarna putih dan berwarna abu-abu, kuning, jingga, atau hitam bila kurang murni. Gypsum dibagi menjadi dua jenis, yaitu anhidrit (gypsum yang disuling dibentuk dari 29,4% zat kapur/Ca dan 23,5% belerang/S) dan dehydrate (berisi CaSO4 dan 2H2O serta air). Sebagai bahan tambah di dalam campuran LASTON AC-BC adalah Bubuk Gypsum (Cornive Adhesive) dengan kadar 5%, 6%, dan 7%. Tulisan ini mencoba meneliti pengaruh Bubuk Gypsum (Cornive Adhesive) terhadap campuran Laston AC-BC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai karakteristik Marshall pada campuran aspal dengan menggunakan Bubuk Gypsum (Cornive Adhesive) yang sesuai dengan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bubuk Gypsum (Cornive Adhesive) akan mempengaruhi karakteristik campuran aspal. Hasil Marshall test yang didapatkan, dengan nilai tertinggi dalam keadaan aspal optimum dan memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018 terdapat pada campuran aspal dengan penambahan Bubuk Gypsum (Cornive Adhesive) 5%, dimana diperoleh nilai Stabilitas sebesar 1.405,35 kg, Bulk Density 2,343 gr/cc, Flow 3.75 mm, VIM 3,03% dan VMA sebesar 15,39%. 

Institution Info

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara