DETAIL DOCUMENT
Analisis Fonem Bahasa Mandailing
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Author
Subject
 
Datestamp
2020-11-11 08:39:36 
Abstract :
Bahasa merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada orang lain agar pesan yang disampaikan dapat dimengerti. Di samping dapat diperoleh semenjak kita lahir, bahasa juga dilakukan dengan mengenali bunyi-bunyi bahasa itu sendiri. Di dalam teori keterampilan berbahasa disebutkan adanya listening, speaking, reading dapat diperoleh dengan cara mempelajarinya. Dalam hal ini mempelajari bunyi bahasa disebut dengan fonologi. Fonologi sebagai ilmu yang mempelajari bunyi bahasa telah banyak ditulis ahli linguistik dan menjadi bahan penelitian oleh para peneliti. Meskipun demikian, penulis ingin meneliti fonologi bahasa Mandailing, salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia. Lokasi penelitian ini adalah di Perkumpulan Hutapungkut yang beralamat di Jl. Letda Sujono Medan. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa bunyi vokal adalah bunyi yang dihasilkan tanpa melibatkan penyempitan atau penutupan pada daerah artikulasi. Di dalam bahasa Mandaling, terdapat bunyi vokal sebagai berikut: [a] [aÅ‹go] ‘kalau’, [i] [ikan] ‘ikan’, [u] [adu] ‘itu’, [e] [jahe ] ‘jahit’, [a] [kita] ‘kita’, [o] [on] ‘ini’. Berdasarkan menaik dan menurunnya bunyi sonoritasnya diftong dibagi menjadi dua macam yaitu diftong menaik dan diftong menurun yaitu [ay] yaitu [piÅ‹ay] ‘putih’, [anday] ‘ibu’ [pamaray] ‘mengkudu’, [tupay] ‘tikus’, [naÅ‹ay] ‘sungai’, [mamatay] ‘mendelik’, [aw] yaitu [danaw] ‘danau’ [pisaw] ‘pisau’ [hanaw] ‘enau’ [kabaw] ‘kerbau’ [basaw] ‘teriak’. Bunyi semivokal terdiri dari: Bunyi [w] adalah semivokal bilabila yang dilafalkan dengan mendekakatkan kedua bibir tanpa menghalangi udara yang dihembuskan dari paru-paru. Contoh: [wirit] ‘tahlilan’ [danaw], ‘danau’, [dewasa] ‘dewasa’, [tuw ] ‘danau’, [sawi] ‘sawi’. Bunyi [y] adalah semivokal palatal bersuara dan lepas. Lidah depan didekatkan ke langit-langit; ujung lidah dijulurkan tinggitinggi ke depan kemudian dengan cepat kembali ke posisi semula. Udara bergerak keluar melalui rongga mulut. Pita suara bergetar. Contoh: [bayo] ‘besan’, [kayo] ‘kaya’, [naÅ‹ay] ‘usang’, [anday] ‘ibu’, [layar] ‘layar’. 

Institution Info

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara