DETAIL DOCUMENT
Analisis Usaha Dan Pemasaran Itik Pedaging (Anas Plathrynchos) (Studi Kasus: Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Author
Subject
Peternak 
Datestamp
2020-11-07 08:54:03 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan yang diterima oleh peternak, dan selama ini layak kah usaha tersebut dijalankan. Metode pengambilan sampel yaitu menggunakan metode sensus dimana seluruh populasi peternak itik dijadikan sampel, untuk itu diambilah sluruhnya yaitu sebanyak 15 sampel. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Metode analisis yang digunakan adalah deskriftif, R/C dan B/C serta margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian Rata-rata total penerimaan yang di dapat oleh peternak sebesar Rp. 19.611.422,- dengan rata-rata pengeluaran untuk biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp. 9.871.917,- sehingga peternak Itik Pedaging mendapatkan pendapatan rata-rata yaitu sebesar Rp 9.739.509,- Per periode panen. Jumlah rata-rata R/C yang diperoleh para peternak yaitu sebesar 1,9 yang berarti sesuai dengan kriteria pengujian R/C > 1, Maka usahatani Itik Pedaging tersebut layak untuk diusahakan oleh peternak. Sedangkan dari hasil perhitungan benefit cost ratio dapat dilihat bahwa nilai B/C sebesar 1=1 Maka usaha ternak Itik Pedaging dalam uji B/C ratio dikategorikan usaha ternak Itik Pedaging yang berada pada titik impas dimana jika diusahakan tidak mengalami kerugian maupun tidak mengalami keuntungan. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa ada 2 saluran pemasaran yang terjadi. Yang pertama yaitu Peternak pedagang pengecer Konsumen. Yang kedua yaitu Peternak Pedagang pengumpul pedagang pengecer konsumen. Share margin yang diterima yaitu sebesar 66,66% pada tingkat peternak dan 33,33% pada tingkta pedagang pada saluran pemasaran I dan 64,64% pada tingkat peternak dan 36,36% share margin yang diterima pedagang pada saluran pemasaran II. Sedangkan untuk farmer’s share didapat nilai pada saluran pemasaran yang pertama yaitu sebsar 66,66% sedangkan untuk saluran pemasaran yang kedua didapat sebesar 64,64%. Dengan membandingkan total biaya pemasaran dengan nilai produksi itik pedaging yang dipasarkan. Jika EP <33% maka sistem pemasaran itik pedaging dinilai efisien. Dan persentase yang paling rendah terdapat pada saluran pemasaran yang kedua dengan nilai persentase sebesar 15% dan dinyatakan yang paling efisien. 

Institution Info

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara