Abstract :
Penyakit diabetes merupakan penyakit yang cukup berbahaya yang ditandai oleh
tingginya gula darah yang melebihi batas normal. Ada beberapa faktor yang
menjadi penyebab penyakit diabetes diantaranya jenis kelamin, usia, hipertensi,
penyakit jantung, riwayat merokok, index masa tubuh (imb), hemoglobin dan
tingkat glukosa darah. Menurut International Diabetes Federation yang mengidap
penyakit diabetes pada tahun 2015 sebanyak 415 juta jiwa, dan diperkirakan akan
terus meningkat setiap tahunnya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai
tujuan tersebut adalah dengan dikembangkannya suatu sistem untuk memprediksi
penyakit diabetes dengan prinsip klasifikasi untuk memprediksi apakah seseorang
terkena diabetes atau tidak. Dataset yang digunakan pada penelitian ini diambil
dari website kaggle, yaitu diabetes prediction dataset. Metode klasifikasi yang
digunakan yaitu Naive Bayes dan Support Vector Machine (SVM). Hasil dari
penelitian ini disimpulkan bahwa dari ketiga pengujian tersebut dengan
percentage split 60%, 70% dan 80% menunjukkan bahwa algoritma Support
Vector Machine (SVM) mendapatkan nilai persentase yang lebih tinggi dari
algoritma Naive Bayes kecuali pada pengujian kedua dengan percentage split 70%
yaitu pada parameter recall nya, algoritma Naive Bayes lebih unggul daripada
Support Vector Machine (SVM). Hal itu menunjukkan bahwa data gagal
diklasifikasi dengan baik. Pengujian pertama Support Vector Machine (SVM) pada
percentage split 60% dengan parameter accuracy mendapatkan nilai 96,40%,
precision 99,78% dan recall 96,39%. Kemudian pengujian kedua Support Vector
Machine (SVM) pada percentage split 70% dengan parameter accuracy
mendapatkan nilai 97,07%, precision 100% dan recall 96,90% dan terakhir pada
pengujian ketiga Support Vector Machine (SVM) dengan percentage split 80%
pada parameter accuracy mendapatkan nilai 98%, precision 100% dan recall
97,90%.
Kata kunci : diabetes, klasìfikasi, Naive Bayes dan Support Vector Machine (SVM)