Abstract :
Petani memiliki kebiasaan melakukan rotasi tanaman padi dan tanaman mentimun
untuk mempertahankan kesuburan tanah dan memutus siklus hama dan penyakit,
petani memilih tanaman mentimun sebagai palawija karena membutuhkan modal
yang sedikit. Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Leuwisari mengatur
pengaturan pola tanam padi-padi-palawija atau padi-padi-padi pada lahan sawah
beririgasi teknis dan pola tanam padi-palawija-palawija atau palawija-palawija?padi pada lahan sawah beririgasi non teknis. Pengembangan tetap perlu dilakukan
dengan didukung adanya evaluasi kesesuaian lahan untuk meningkatkan hasil
produksi padi dan palawija khususnya mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik lahan dan memperoleh data tingkat kesesuaian lahan
sawah irigasi di Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini
menggunakan metode matching (pencocokkan) dengan kriteria kesesuaian lahan
pada tanaman padi dan mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan
sawah irigasi di Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya sesuai untuk
ditanami tanaman padi dan mentimun. Tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman
padi dan mentimun adalah cukup sesuai (S2) dan sesuai marginal (S3), dengan
faktor pembatas curah hujan dan tekstur sedangkan faktor pembatas S2 adalah
temperatur, tekstur, kemiringan lereng, dan bahaya erosi.
Kata kunci: Evaluasi kesesuaian lahan, Kecamatan Leuwisari, mentimun, padi