Abstract :
Benih cengkeh (Syzygium aromaticum L.) memiliki sifat yang rekalsitran,
tidak mampu bertahan terhadap pengeringan di bawah kadar air kritikal (20%
sampai dengan 50%) dan tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang
lama. Karena sifat inilah viabilitas dan vigor benih cengkeh cepat menurun
sehingga menyulitkan bila benih harus dikirim ke tempat yang jauh.
Pemberian perlakuan berupa media penyimpanan yang tepat dapat menjadi
suatu tindakan yang dapat menjaga viabilitas dan vigor benih cengkeh tetap
terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh media penyimpanan
terhadap viabilitas dan vigor benih cengkeh. Penelitian dilaksanakan di
Laboratorium Produksi dan screen house Fakultas Pertanian Universitas
Siliwangi dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih
Universitas Padjajaran. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan
rancangan acak lengkap non faktorial lima perlakuan dan lima kali ulangan.
Media penyimpanan terdiri dari 5 taraf yaitu: A=Tanpa media penyimpanan
(kontrol), B=arang sekam,C= serbuk gergaji, D= sekam padi dan E=
cocopeat. Parameter yang diuji adalah uji viabilitas berupa daya
berkecambah, kecepatan berkecambah, panjang plumula, panjang radikula
dan bobot kering kecambah. Parameter uji vigor meliputi vigor, loss vigor
dan dead seeds. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media penyimpanan
berpengaruh terhadap daya kecambah, kecepatan berkecambah, panjang
plumula, panjang radikula, vigor dan dead seeds tetapi tidak berpengaruh
terhadap bobot kering kecambah dan loss vigor. Cocopeat dan arang sekam
merupakan media penyimpanan benih yang baik untuk benih cengkeh.
Kata kunci : Benih cengkeh, media penyimpanan, viabilitas, vigor