Abstract :
Jumlah perokok menurut kelompok umur kurang dari 15 tahun di Jawa Barat pada
tahun 2021 mencapai 32,68% yang dari tahun sebelumnya mengalami kenaikan
sebanyak 0,13%. Meskipun kenaikannya tidak terlalu signifikan akan tetapi untuk
kasus merokok ini bukanlah hal yang baik jika mengalami peningkatan. Sekecil
apapun angka kenaikan merokok perlu adanya upaya untuk menurunkan kembali
angka kenaikan tersebut. Semakin banyak angka kenaikan merokok semakin tinggi
pula akibat yang ditimbulkan Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis
perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan dengan
media video pada siswa kelas VIII SMP Yayasan Islam Kota Tasikmalaya tahun
2023. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik
proporsional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Jenis
penelitian ini adalah pre-experiment design dengan rancangan one-group pre test?post test design. Teknik pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan
hasil penelitian menunjukan skor minimal pre test adalah 2 dan maksimal adalah 9.
Skor minimal post test adalah 7 dan skor maksimal adalah 14. Dengan rata-rata skor
pre test yaitu 5,857 dan rata-rata post test yaitu 10,571. Hasil uji statistik
menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan tentang bahaya merokok dengan
nilai p=0.000 (p<0.05). Diharapkan agar sekolah dapat menggunakan media video
sebagai salah satu bentuk media pembelajaran kepada siswa agar lebih menarik
minat siswa dalam proses belajar mengajar serta materi dapat ditonton berulang kali
sehingga siswa lebih memahami dan lebih fokus dalam mencerna materi yang
disampaikan.
Kata Kunci : Pengetahuan, Video, Bahaya Merokok, Sekolah Menengah
Pertama.