Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kehidupan para tahanan
politik saat berada di pembuangan Pulau Buru tahun 1969-1979, (2) mengetahui
kehidupan para tahanan politik setelah dikembalikan pada masyarakat, (3)
mengetahui tentang dampak psikologis dan sosial akibat kekerasan dan
diskriminasi terhadap mantan tahanan politik Pulau Buru. Metode penelitian ini
adalah metode sejarah. Terdapat lima tahapan dalam metode sejarah kritis,
diantaranya adalah pemilihan topik berdasarkan kedekatan emosional dan
ketersediaan literature, heuristic,sumber yang digunakan dalam penelitian ini
adalah buku, artikel ilmiah dan tokoh bersangkutan yang mendukung tema
penelitian. Verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Pada tahap historiografi,
penulis menggunakan pendekatan sosial dan psikologi. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara. Instrumen penelitian yang
digunakan adalah sistem kartu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)
Dibawah pengawasan tentara, para tahanan politik bekerja merubah Pulau Buru
dari hutan belantara menjadi lahan pertanian dan juga tempat tinggal hingga
membentuk lingkungan sosial. (2) Pada Desember 1977 dimulai pemulangan para
tapol. Salah satu persoalan utama yang dihadapi para bekas tahanan politik adalah
penerimaan keluarga dan masyarakat. Mereka akan menjumpai banyak kendala
dalam menghidupi keluarganya. (3) Potret diskriminatif di Indonesia yang
tergambar dalam kehidupan para tahanan politik, baik saat berada di pembuangan
maupun setelah dikembalikan pada masyarakat. Hasil yang dituai dari itu adalah
perubahan karakter yang cukup signifikan. Mereka cenderung sensitif,
temperamental, namun disisi lain mereka memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi.
Kata Kunci: Kehidupan Sosial, Tahanan Politik, Pulau Buru