DETAIL DOCUMENT
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA UMUR 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANGKAPLANCAR KABUPATEN PANGANDARAN TAHUN 2021
Total View This Week0
Institusion
Universitas Siliwangi
Author
CHAIRUNISA, META TRIYA
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine 
Datestamp
2023-08-15 01:36:05 
Abstract :
Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli), selain itu dapat menginfeksi jaringan bronkus (bronkopneumonia) disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri menyerang semua golongan umur terutama balita, anak?anak karena faktor pejamu yang rentan seperti malnutrisi, dan keadaan lingkungan yang tidak hygiene. Kasus pneumonia pada balita di Indonesia sebesar 466.525. Jawa Barat merupakan provinsi dengan kasus paling besar yaitu 104.886 kasus. Faktor penyebab pneumonia disebabkan oleh tiga faktor yaitu agent, host, dan environment. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko pneumonia pada balita 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Langkaplancar Kabupaten Pangandaran Tahun 2021, menggunakan desain penelitian case control dengan 142 responden, yaitu 71 kasus dan 71 kontrol. Hasil analisis bivariat diketahui riwayat ASI eksklusif (p=0,044; OR=2,099; 95%CI=1,074?4,100), status gizi (p=0,121), berat badan lahir (p=0,325), status imunisasi (p=0,042; OR=2,131 95%CI=1,083? 4,195), pemberian vitamin A (p=0,043; OR=2,119; 95%CI=1,080?4,158), kepadatan hunian kamar tidur balita (p=0,011; OR=2,527; 95%CI=1,281?4,985), luas ventilasi kamar tidur balita (p=0,029; OR=2,224 95%CI=1,137-4,352), kebiasaan anggota keluarga merokok di dalam rumah (p=0,014; OR=2,841 95%CI=1,294?6,236), penggunaan obat anti nyamuk bakar (p=0,018; OR=2,403; 95%CI=1,216?4,4751). Terdapat hubungan antara riwayat ASI eksklusif, status gizi, status imunisasi, pemberian vitamin A, kepadatan hunian kamar tidur balita, luas ventilasi kamar tidur balita, kebiasaan anggota keluarga merokok di dalam rumah, penggunaan obat anti nyamuk bakar dengan pneumonia pada balita. Tidak terdapat hubungan antara status gizi, berat badan dengan pneumonia pada balita. Masyarakat disarankan meningkatkan asupan makanan balita berdasarkan pedoman gizi seimbang, pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui serta mengupayakan tempat tinggal memenuhi kriteria rumah sehat. Kata kunci: faktor risiko, pneumonia, balita 
Institution Info

Universitas Siliwangi