Abstract :
Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli),
selain itu dapat menginfeksi jaringan bronkus (bronkopneumonia) disebabkan oleh
virus, jamur dan bakteri menyerang semua golongan umur terutama balita, anak?anak karena faktor pejamu yang rentan seperti malnutrisi, dan keadaan lingkungan
yang tidak hygiene. Kasus pneumonia pada balita di Indonesia sebesar 466.525.
Jawa Barat merupakan provinsi dengan kasus paling besar yaitu 104.886 kasus.
Faktor penyebab pneumonia disebabkan oleh tiga faktor yaitu agent, host, dan
environment. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko pneumonia pada
balita 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Langkaplancar Kabupaten
Pangandaran Tahun 2021, menggunakan desain penelitian case control dengan 142
responden, yaitu 71 kasus dan 71 kontrol. Hasil analisis bivariat diketahui riwayat
ASI eksklusif (p=0,044; OR=2,099; 95%CI=1,074?4,100), status gizi (p=0,121),
berat badan lahir (p=0,325), status imunisasi (p=0,042; OR=2,131 95%CI=1,083?
4,195), pemberian vitamin A (p=0,043; OR=2,119; 95%CI=1,080?4,158),
kepadatan hunian kamar tidur balita (p=0,011; OR=2,527; 95%CI=1,281?4,985),
luas ventilasi kamar tidur balita (p=0,029; OR=2,224 95%CI=1,137-4,352),
kebiasaan anggota keluarga merokok di dalam rumah (p=0,014; OR=2,841
95%CI=1,294?6,236), penggunaan obat anti nyamuk bakar (p=0,018; OR=2,403;
95%CI=1,216?4,4751). Terdapat hubungan antara riwayat ASI eksklusif, status
gizi, status imunisasi, pemberian vitamin A, kepadatan hunian kamar tidur balita,
luas ventilasi kamar tidur balita, kebiasaan anggota keluarga merokok di dalam
rumah, penggunaan obat anti nyamuk bakar dengan pneumonia pada balita. Tidak
terdapat hubungan antara status gizi, berat badan dengan pneumonia pada balita.
Masyarakat disarankan meningkatkan asupan makanan balita berdasarkan
pedoman gizi seimbang, pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui serta
mengupayakan tempat tinggal memenuhi kriteria rumah sehat.
Kata kunci: faktor risiko, pneumonia, balita