Abstract :
Di Indonesia, Infark Miokard Akut (IMA) merupakan penyakit dengan angka kematian
tertinggi bila dibandingkan dengan angka kematian akibat penyakit jantung lainnya.
Kasus IMA di RSUD 45 Kuningan pada tahun 2022 sebanyak 153 kasus dengan
persentase kematian sebesar 10,45%. IMA termasuk ke dalam 10 besar penyakit
penyebab kematian tertinggi di RSUD 45 Kuningan tahun 2022. IMA berdasarkan
EKG diklasifikasikan menjadi STEMI dan NSTEMI. STEMI adalah terjadinya
penyumbatan total pada arteri koroner yang menyebabkan area infark yang lebih luas
meliputi seluruh ketebalan miokardium yang ditandai adanya elevasi segmen ST.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan
dengan kejadian STEMI pada pasien IMA di RSUD 45 Kuningan. Penelitian ini
menggunakan desain cross sectional dengan populasi penelitian adalah pasien IMA
yang tercatat di rekam medik RSUD 45 Kuningan dari 1 Januari 2022 sampai 30 April
2023 sebanyak 173 pasien. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik total
sampling sehingga semua populasi penelitian akan dijadikan sebagai sampel penelitian.
Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder rekam medik
pasien. Variabel bebas yang diteliti yaitu usia, jenis kelamin, hipertensi, dan diabetes
melitus. Variabel terikatnya adalah kejadian STEMI pada pasien IMA. Analisis data
terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi
square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pada variabel usia (p-value
0,001, OR=3,173), jenis kelamin (p-value 0,019, OR=2,482), hipertensi (p-value
0,007, OR=2,622) dan diabetes melitus (p-value 0,034, OR=2,125) dengan kejadian
STEMI pada pasien IMA di RSUD 45 Kuningan. Masyarakat diharapkan dapat
mengendalikan hipertensi dan diabetes melitus serta mengkonsumsi obat secara rutin
yang sudah diresepkan dokter agar tidak terjadi komplikasi dan kambuhnya penyakit.
Kata Kunci: STEMI, IMA, Faktor Risiko