Abstract :
Penggunaan pupuk organik dapat menjadi solusi untuk mengurani ketergantungan
terhadap pupuk kimia. Pupuk organik cair adalah pupuk yang sebagaian besar
atau seluruhnya terdiri atas bahan organik. Bonggol pisang merupakan bahan
organik yang berpotensi menjadi pupuk organik cair. Penelitian tentang pengaruh
konsentrasi pupuk cair bonggol pisang yang tanpa dan dengan di fermentasi
terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun jepang telah dilaksanakan pada bulan
Oktober 2020 sampai maret 2021 di Kebun Percobaam Fakultas Pertanian
Universitas Siliwangi (Mugarsari) pada ketinggian tempat 350 m di atas
permukaan laut (dpl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi
pupuk organik cair bonggol pisang yang tanpa dan dengan di fermentasi yang
memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun
jepang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak
Kelompok (RAK) terdiri dari 9 perlakuan dan diulang 3 kali. Konsentrasi yang di
uji yaitu A kontrol (tanpa perlakuan), B= 10% (tanpa fermentasi) C= 20% (tanpa
fermentasi), D= 30% (tanpa fermentasi), E= 40% (tanpa fermentasi), F= 10%
(hasil fermentasi), G= 20% (hasil fermentasi), H= 30% (hasil fermentasi) dan I =
40% (hasil fermentasi). Pemberian pupuk organik cair bonggol pisang baik yang
di fermentasi ataupun yang tidak di fermentasi berpengaruh nyata terhadap
pertumbuhan dan hasil mentimun jepang. Aplikasi pupuk organik cair bonggol
pisang baik yang di fermentasi ataupun yang tidak di fermentasi dengan
konsentrasi 40% memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah
daun, panjang buah, bobot buah per tanaman dan bobot buah per petak. Namun
tidak berpengaruh terhadap luas daun dan diameter buah.Kata Kunci : Mentimun jepang, pupuk cair, pertumbuhan, hasil.