Abstract :
Bawang merah termasuk sayuran rempah yang sulit menghasilkan biji, sehingga
umbi sering digunakan sebagai bahan tanam untuk perbanyakan. Namun seiring
berjalannya waktu metode tersebut dapat menyebabkan penyakit degeneratif.
Perbanyakan melalui teknik kultur jaringan dapat menunjang penyediaan bibit
bawang merah yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh penambahan ZPT 2iP dan NAA terhadap pertumbuhan kalus embriogenik
bawang merah (Allium ascalonicum L.) kultivar Sumenep dalam kultur in vitro
pada media MS dan B5. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium milik
Kelompok Peneliti Bioteknologi Tanaman Pusat Penelitian Bioteknologi - LIPI
Bogor pada bulan Februari sampai Maret 2020. Penelitian menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu faktor media MS dan B5 dengan kombinasi
konsentrasi 2iP dan NAA yang diulang sebanyak tiga kali. Data dianalisa
menggunakan sidik ragam dengan Uji F dan dilanjut dengan Uji Scott-Knott dengan
taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kombinasi
konsentrasi 2iP dan NAA pada media MS dan B5 di dua belas perlakuan yang
diulang sebanyak tiga kali. Data dianalisa menggunakan sidik ragam dengan Uji F
dan dilanjut dengan Uji Scott-Knott dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penambahan kombinasi 2iP dan NAA pada media MS dan B5
memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan diameter clumps, namun tidak
pengaruh terhadap pertumbuhan jumlah tunas dan jumlah akar. Penambahan 2iP 1
mg/L di media MS dan B5 menghasilkan pertumbuhan diameter clumps paling baik
dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Kata kunci : Allium ascalonicum L., 2iP, NAA, Kalus.