Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa Desa Cisarua memiliki lahan perkebunan
rakyat yang memiliki potensi menjadi kawasan pertambangan emas, yang sampai
saat ini masih beroperasi sebagai pertambangan rakyat dengan adanya
pertambangan rakyat tersebut menjadikan sebagian masyarakatnya berprofesi
sebagai penambang emas tradisional. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui profil penambang emas tradisional dan aktivitas penambang di lokasi
pertambangan Desa Cisarua Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel
penelitian ini dilakukan dengan teknik snow ball sampling dengan informan
penambang emas tradisioanl, pengelola/kepala lubang dan pemilik lahan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa penambang emas tradisioanal
merupakan masyarakat yang asli Desa Cisarua dengan lama bekerja sekitar 2-15
tahun sumber pengetahuan dan keterampilan yanng mereka dapatkan dari rekan
sesama penambang emas yang telah memiliki cukup pengalaman, pendidikan
formal penambang emas tradisional dapat dikatakan rendah karena sebagian
penambang merupakan tamat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama,
kondisi ekonomi penambang emas tradisional cukup baik karena mampu
memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan pendapatan kurang lebih Rp.
600.000,00 setiap minggunya dengan jumlah anak dan tanggungan keluarga
kurang dari 5 orang. Syarat untuk menjadi penambang emas tradisional adalah
seseorang yang memiliki kemauan untuk bekerja dan seseorang yang memiliki
fisik yang kuat.
Para penambang emas tradisional telah memahami resiko terhadap
pekerjaannya. Aktivitas penambang emas tradisional dipertambangan Desa
Cisarua Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya dibagi menjadi tiga tahap
yaitu tahap persiapan penambangan, tahap pelaksanaan penambangan dan sesudah
penambangan. Pada tahap persiapan aktivitas pertambangan ini dilakukan secara
berkelompok serta dimulai dengan menyiapkan alat-alat yang akan dipakai saat
proses penambangan. Tahap penambangan dimulai pukul 8 pagi sampai 12. Para
penambang emas tradisional akan bekerja selama 4 jam dalam sehari, penambang
akan mulai mengambil batuan atau material yang mengandung emas serta
mengangkatnya ke permukaan. Tahap sesudah penambangan yaitu pembagian
upah oleh pengelola dengan sistem yang telah ditetapkan yaitu berupa material
yang telah dihasilkan. Selanjutnya upah yang mereka dapat akan dibawa ke
tempat masing-masing dan dilakukan pengolahan menggunakan gulundung dan
melakukan beberapa proses penggilingan sampai menjadi emas matang.
Kata Kunci: Profil, Penambang Emas Tradisional, Desa Cisarua