Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya alternatif bahan ajar teks cerita
pendek di SMP kelas IX. Teks cerita pendek yang dijadikan bahan ajar hendaknya dapat
menunjang proses pembelajaran. Namun, beberapa sekolah justru masih memerlukan
alternatif teks cerita pendek lain yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar.
Berdasarkan permasalahan tersebut, dengan mengacu pada kompetensi dasar 3.5
jenjang SMP kelas IX, penulis melaksanakan penelitian dengan menganalisis unsur?unsur pembangun teks cerita pendek dalam antologi Simbiosa Alina karya Pringadi
Abdi dan Sungging Raga.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dapat atau tidaknya cerita
pendek dalam antologi cerita pendek Simbiosa Alina karya Pringadi Abdi dan Sungging
Raga dijadikan sebagai alternatif bahan ajar di SMP kelas IX. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif analitis. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, studi pustaka, angket,
dan tes. Data penelitian yang penulis gunakan adalah lima cerita pendek yang diambil
dari antologi teks cerita pendek Simbiosa Alina dengan menggunakan teknik purposive
sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lima teks cerita pendek dalam antologi
cerita pendek Simbiosa Alina memuat unsur-unsur pembangun cerita pendek yang
sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar teks cerita pendek 3.5 mengidentifikasi unsur?unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca atau didengar.
Selain itu, sesuai dengan kriteria bahan ajar sastra yang meliputi sudut bahasa,
kematangan jiwa atau psikologi, dan sudut latar belakang budaya. Dari hasil uji validasi
cerita pendek kepada tiga validator, diperoleh nilai dengan rentang skor 97%-100%
kategori sangat valid. Oleh karena itu, kelima teks cerita pendek tersebut dapat
digunakan sebagai alternatif bahan ajar cerita pendek pada kelas IX