Abstract :
Latar belakang penelitian ini yaitu adanya kejadian banjir yang terjadi akibat
adanya aktifitas alih fungsi lahan yang dilakukan perhutani bekerjasama dengan
masyarakat. Akibat aktifitas tersebut menyebabkan saluran drainase tidak
berfungsi secara optimal karena menimbulkan erosi yang diperparah dengan
tingginya curah hujan. Sehingga mengakibatkan masyarakat harus beradaptasi
dengan banjir yang terjadi. Permasalahan yang dikaji bertujuan untuk
mengungkapkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya bencana banjir dan
adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir serta
menjadi fokus dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan,
dokumentasi, wawancara, kuesioner dan studi literatur. Sampel dalam penelitian
ini dilakukan dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling dan
purposive sampling. Penelitian dilakukan di dua dusun yaitu Dusun Nusadadi dan
Dusun Ciawital dengan persentase sampel yang diambil sebanyak 1,5% dari
jumlah total kk. Masing-masing dusun mendapat sampel sebanyak 34 responden
dan 21 respondan. Sehingga jumlah total sampel sebanyak 55 responden.
Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa
faktor-faktor penyebab terjadinya bencana banjir yang diurutkan dari yang paling
menyebabkan banjir ke paling sedikit pengaruhnya terhadap terjadinya bencana
banjir yaitu adanya alih fungsi lahan yang dilakukan oleh perhutani yang
bekerjasama dengan masyarakat, saluran drainase yang kurang berfungsi secara
optimal sehingga menyebabkan banjir dan curah hujan yang semakin
memperparah terjadinya bencana banjir. Sedangkan adaptasi yang dilakukan
masyarakat dalam menghadapi bencana banjir dilakukan dengan dua bentuk cara
yaitu secara struktural dan non struktural. Adaptasi secara struktural yang
dilakukan masyarakat yaitu membuat tembok penghalang dan meninggikan teras
bangunan. Sedangkan adaptasi secara non struktural yang dilakukan masyarakat
yaitu bergotong royong membersihkan jalan raya dan mengeruk endapan di
saluran drainase.
Kata kunci : banjir, alih fungsi lahan, dan adaptasi