Abstract :
Tanaman kacang panjang merupakan komoditas sayuran berserat tinggi dan bergizi
yang sudah dikenal di berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Seiring dengan laju
pertumbuhan penduduk dan pemenuhan akan kebutuhan pangan yang bergizi,
kacang panjang merupakan sayuran yang dapat diandalkan bagi pemenuhan
kebutuhan vitamin dan mineral yang relatif mudah dan murah. Kebutuhan akan
kacang panjang dimasyarakat masih belum terpenuhi, oleh karena itu perlu upaya
peningkatan pertumbuhan dan hasil, antara lain melalui pemupukan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk organik cair berbahan kubis dan urine sapi
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (vigna
sinensis L.) varietas katon tavi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak
Kelompok (RAK) terdiri dari 6 perlakuan yaitu; A (tanpa pemberian pupuk organik
cair); B (dosis pupuk organik cair 500 ml/tanaman); C (dosis pupuk organik cair
1000 ml/tanaman); D (dosis pupuk organik cair 1500 ml/tanaman); E (dosis pupuk
organik cair 2000 ml/tanaman) dan F (dosis pupuk organik cair 2500 ml/tanaman).
hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan Uji Jarak
Berganda Duncan dengan taraf nyata 5%. hasil penelitian menunjukkan bahwa
dosis pupuk organik 1500 ml/tanaman memberikan pengaruh yang paling baik
terhadap tinggi tanaman, bobot polong per tanaman, bobot polong per petak, dan
bobot polong persatuan hektar.
Kata kunci: kacang panjang, kubis, pertumbuhan dan hasil, pupuk organik cair,
urine sapi.