Abstract :
Permintaan pasar yang meningkatkan setiap tahunnya mengakibatkan kebutuhan
akan jagung manis juga meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk
di Indonesia. Upaya peningkatan produksi tanaman jagung manis dapat dilakukan
dengan pengaturan jarak tanam dan pemupukan demi menjaga kualitas tanah.
Penggunaan kotoran burung walet menjadi salah satu pilihan karena mengandung
unsur hara yang tak kalah baik dengan pupuk organik lainnya. Tujuan penelitian ini
yaitu untuk mengetahui kombinasi jarak tanam dan dosis kotoran burung walet
yang berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian
ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan dan
diulang 3 kali. Penelitian dilakukan di Kelurahan Cilembang, Kecamatan
Cihideung, Kota Tasikmalaya pada jenis tanah andosol dengan ketinggian 365
meter di atas permukaan laut. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan
kombinasi jarak tanam dan dosis pupuk kotoran burung walet berpengaruh terhadap
pertumbuhan dan hasil jagung manis. Perlakuan kombinasi jarak tanam 75 cm x 20
cm dan pupuk kotoran burung walet 7,5 ton/ha menghasilkan pertumbuhan dan
hasil jagung manis terbaik.
Kata kunci : jagung manis, jarak tanam, kotoran burung walet