Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal matematika berbasis AKM konteks Adiwiyata
yang valid, praktis dan memiliki efek potensial untuk melatih kemampuan numerasi siswa.
Subjek dalam penelitian ini adalah 35 siswa MAN 2 Tasikmalaya yang terdiri dari 16 siswa
kelas X dan 19 siswa kelas XI, 2 guru matematika, 1 Tim Adiwiyata, 2 ahli tentang penyusunan
soal AKM, 1 ahli bidang Adiwiyata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah design
research dengan tipe development studi yang terdiri dari tahap preliminary yang meliputi tahap
analisis, spesifkasi tujuan dan desain. tahap yang kedua yaitu formative evaluation yang
meliputi tahap self-evaluation, expert review dan ono-to-one, small group dan field test untuk
mendapatkan soal yang valid, praktis dan memiliki efek potensial. Teknik pengumpulan data
pada penelitian ini adalah wawancara, walktrough, angket dan tes. Instrument yang digunakan
adalah lembar validasi ahli soal AKM numerasi, lembar validasi ahli kurikulum Adiwiyata,
angket respon kepraktisan soal, angket respon efek potensial soal. Berdasarkan hasil penelitian,
pengembangan dan pembahasan, pada tahap preliminary analisis kurikulum, analisis siswa,
analisis framework AKM numerasi, spesifkasi tujuan dan desain kisi-kisi soal, kartu soal,
lembar validasi ahli soal AKM, lembar validasi ahli kurikulum Adiwiyat, angket kepraktisan
dan angket efek potensial. Pada tahap expert review dan ono-to-one, peneliti menghasilkan soal
matematika yang valid. Kepraktisan soal diperoleh pada tahap small group dengan kategori
capaian ?baik?. Efek potensial soal diperoleh pada tahap field test melalui hasil angket respon
soal matematika berbasis AKM konteks Adiwiyata yang mencapai kategori ?baik?. Hasil
pengujian soal matematika berbasis AKM konteks Adiwiyata diperoleh 28,11% dari 286 (26
siswa x 11 soal) yang bisa menyelesaikan soal yang berhubungan dengan indikator kemampuan
menggunakan angka dan simbol yang terkait matematika dasar untuk memecahkan masalah
dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari. Sebanyak 21,97% dari 208 (26 siswa x
8 soal) mampu memunculkan indikator kemampuan menganalisis informasi yang ditampilkan
dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, diagram, dan sebagainya). Sebanyak 19,23% dari
286 (26 siswa x 11 soal) sudah mampu memunculkan indikator kemampuan menafsirkan hasil
analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan.
Kata kunci: AKM, Kemampuan numerasi, Adiwiyata