Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dapat atau tidaknya kumpulan teks
Fabel dalam buku ?Kumpulan Cerita Fabel Penuh Makna? karya Listyaningsih Ida
Mundiarti dijadikan sebagai alternatif bahan ajar kelas VII SMP. Metode penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif analitis, yang
secara analitis mendeskripsikan struktur dan kebahasaan teks fabel. Data yang
diperoleh dikumpulkan dengan teknik wawancara, teknik dokumentasi dan teknik
tes. Data tentang pengambilan sumber ajar, pemilihan teks, respon siswa dalam
pembelajaran terhadap bahan ajar yang digunakan dikumpulkan dengan teknik
wawancara. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data struktur dan
kebahasaan teks fabel dalam buku "Kumpulan Cerita Fabel Penuh Makna" karya
Listyaningsih dan Ida Mundiarti. Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data
hasil uji coba LKPD oleh peserta didik secara langsung.
Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kelima teks fabel yang menjadi
sampel penelitian ini memuat struktur serta kebahasaan teks fabel yang lengkap dan
sesuai dengan kompetensi 3.16 Menelaah struktur dan kebahasaan fabel/legenda
daerah setempat yang dibaca dan didengar. Kesesuaian ini didukung oleh hasil
validasi melalui uji ahli dan uji empiris melalui uji coba secara langsung bahan ajar
teks fabel pada peserta didik. Validasi melalui uji ahli (dua pendidik serta seorang
ahli praktisi sastra) menunjukkan bahwa teks fabel yang disajikan penulis dapat
digunakan sebagai bahan ajar teks fabel karena sesuai dengan kriteria bahan ajar bagi
peserta didik, memuat struktur dan kebahasaan yang lengkap dan sesuai dengan
kriteria bahan ajar teks fabel. Setelah divalidasi kelayakannya, teks diujicobakan pada
peserta didik di SMP Yayasan Islam. Hasil uji coba menunjukkan bahwa secara
keseluruhan dari 15 peserta didik dapat mencapai nilai KKM. Hal ini menunjukan
bahan ajar teks fabel dalam ?Kumpulan Cerita Fabel Penuh Makna? dapat digunakan
sebagai alternatif bahan ajar di kelas VII SMP